Penumpang arus balik yang tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, selama masa Angkutan Lebaran didominasi pemudik asal Jawa Barat. Data pengelola terminal menunjukkan porsi penumpang dari provinsi itu mencapai 32,5 persen dari total kedatangan, atau sekitar 9.400 orang.
Jumlah tersebut dihimpun dari total 29.055 penumpang yang tiba di Terminal Kampung Rambutan selama periode 11 hingga 26 Maret. Pengendali Terminal Kampung Rambutan, Mulyono, menyebut tingginya angka penumpang dari Jawa Barat dipengaruhi jarak yang relatif dekat dengan Jakarta dan banyaknya pilihan trayek bus dari wilayah itu.
Komposisi daerah asal penumpang
Selain Jawa Barat, kedatangan penumpang arus balik juga banyak berasal dari Jawa Tengah dengan porsi 23,9 persen atau sekitar 6.900 orang. Banten menempati urutan berikutnya dengan 11,3 persen atau sekitar 3.200 penumpang.
Data terminal juga mencatat penumpang dari Jawa Timur berkontribusi 9,6 persen. Sementara itu, Sumatera Selatan menyumbang 9 persen dan Sumatera Barat 6,9 persen dari total kedatangan selama periode Angkutan Lebaran.
Terminal masih jadi simpul penting arus balik
Temuan itu menunjukkan Terminal Kampung Rambutan tetap menjadi salah satu simpul transportasi darat utama bagi pemudik yang kembali ke Jakarta. Arus kedatangan dari wilayah Jawa dan Sumatera masih terlihat kuat karena terminal ini melayani banyak trayek antarkota dan antarpovinsi.
Selama periode arus balik, pengelola terminal memantau pergerakan penumpang dan armada bus untuk menjaga kelancaran operasional. Langkah ini juga dilakukan untuk memastikan keamanan pengguna jasa di area terminal.
Koordinasi layanan lanjutan
Pengelola terminal turut berkoordinasi dengan aparat keamanan serta operator transportasi lanjutan seperti Transjakarta dan JakLingko. Koordinasi itu dibutuhkan agar penumpang yang baru tiba dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih mudah ke berbagai tujuan di Jakarta.
Mulyono menyampaikan arus balik masih diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan. Pergerakan penumpang yang masih bertahap membuat aktivitas di terminal tetap dipantau ketat agar layanan transportasi tetap tertib dan lancar.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.antaranews.com