Kapolda Jatim Terbang Awasi Arus Balik, Jalur Ngawi-Banyuwangi Dipastikan Aman

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto melakukan patroli udara untuk memastikan arus balik Lebaran di wilayah Jatim tetap aman dan kondusif. Pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari KRYD setelah Operasi Ketupat Semeru, saat arus kendaraan masih bergerak tinggi di sejumlah jalur utama.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan, patroli udara dilakukan pada Jumat untuk melihat langsung situasi lalu lintas dan keamanan dari atas. Pengawasan itu juga dipakai untuk memastikan titik-titik rawan kepadatan bisa terpantau lebih cepat.

Pemantauan dari Ngawi hingga Banyuwangi

Rute patroli udara mencakup jalur nasional dari Ngawi sampai Banyuwangi. Pengawasan ini meliputi jalan arteri, jalan tol, serta beberapa lokasi wisata yang mengalami peningkatan mobilitas masyarakat selama masa arus balik.

Polda Jatim menilai pemantauan udara penting karena arus kendaraan tidak hanya terkonsentrasi di ruas utama. Pergerakan masyarakat juga masih tinggi di jalur penghubung menuju kawasan wisata dan akses antarwilayah.

Situasi lalu lintas tetap terkendali

Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru yang berlangsung pada 13-25 Maret, arus keluar masuk kendaraan di Jawa Timur memang meningkat. Namun, kepolisian menyebut kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terkendali tanpa gangguan yang menonjol.

Kepadatan yang sempat muncul di beberapa titik juga dapat segera diurai oleh petugas di lapangan. Situasi itu membuat arus kendaraan kembali lancar dan tetap bergerak meski volume kendaraan naik.

Angka kecelakaan turun 37 persen

Keberhasilan pengamanan mudik dan arus balik juga terlihat dari turunnya angka kecelakaan lalu lintas. Polda Jatim mencatat jumlah kecelakaan turun 37 persen, dari 1.188 kejadian sebelum operasi menjadi 751 kejadian selama 13 hari pelaksanaan.

Penurunan itu menjadi indikator bahwa pengaturan lalu lintas, kesiapsiagaan petugas, dan pengawasan di lapangan berjalan lebih efektif. Polda Jatim juga terus mendorong masyarakat agar tetap disiplin selama perjalanan pulang ke daerah masing-masing.

  1. Mengatur waktu berangkat agar terhindar dari puncak arus balik.
  2. Memantau informasi lalu lintas sebelum bepergian.
  3. Memanfaatkan layanan darurat polisi 110 yang bebas pulsa dan siaga 24 jam.
  4. Menggunakan rest area atau titik istirahat saat kondisi fisik mulai lelah.
  5. Mematuhi arahan petugas di jalur padat dan persimpangan penting.

Imbauan untuk masyarakat

Polda Jatim meminta masyarakat memanfaatkan kebijakan work from anywhere atau WFA untuk mengatur waktu perjalanan balik lebih fleksibel. Langkah ini dinilai bisa membantu mengurangi penumpukan kendaraan di jam-jam sibuk.

Selain itu, masyarakat diminta tidak ragu menghubungi layanan darurat 110 bila membutuhkan bantuan kepolisian. Layanan tersebut tersedia tanpa biaya dan siaga selama 24 jam untuk membantu pengguna jalan yang menghadapi kendala di perjalanan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.antaranews.com

Berita Terkait

Back to top button