Sebanyak 4.181 warga Jawa Tengah dijadwalkan diberangkatkan pada Sabtu besok melalui program Balik Rantau Gratis 2026. Program ini menyiapkan 84 armada bus untuk mengantar peserta kembali ke kota tujuan setelah masa libur Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko mengatakan, fasilitas ini dirancang untuk membantu masyarakat pekerja informal kembali merantau dengan aman dan tanpa biaya tinggi. Ia juga menegaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Ratusan armada disiapkan ke dua tujuan utama
Dari total 84 bus yang disiapkan, 76 armada akan menuju Terminal Terpadu Pulo Gebang di Jakarta. Delapan bus lainnya diarahkan ke Bandung untuk mengangkut peserta dari Jawa Tengah.
Seluruh armada akan diberangkatkan serentak dari sejumlah titik strategis di Jawa Tengah. Lokasinya meliputi Asrama Haji Donohudan, Terminal Mangkang Semarang, dan Terminal Bulupitu Banyumas.
Keberangkatan mandiri juga difasilitasi
Selain titik utama, program ini juga melayani keberangkatan mandiri dari beberapa daerah di Jawa Tengah. Kabupaten yang masuk dalam skema itu antara lain Magelang, Kendal, Kudus, dan Blora.
Skema ini memberi ruang lebih luas bagi warga yang tidak berada di pusat keberangkatan besar. Dengan begitu, peserta bisa menyesuaikan titik kumpul dengan lokasi domisili masing-masing.
Kelompok rentan ikut mendapat perhatian
Program balik rantau gratis tahun ini juga memberi perhatian khusus kepada peserta difabel dan lansia. Puluhan peserta dari dua kelompok itu ikut difasilitasi, termasuk satu penumpang berkebutuhan khusus yang mendapat pelayanan tambahan.
Fasilitas ini menunjukkan bahwa layanan transportasi mudik dan balik bukan hanya soal jumlah penumpang. Pemerintah juga menempatkan aspek aksesibilitas sebagai bagian penting dari layanan publik.
Pemeriksaan keselamatan dilakukan sebelum berangkat
Dinas Perhubungan Jawa Tengah telah melakukan ramp check terhadap seluruh armada bus yang dipakai dalam program ini. Pemeriksaan itu memastikan kendaraan layak jalan sebelum mengangkut ribuan peserta.
Tim gabungan bersama Dinas Kesehatan juga memeriksa kondisi kesehatan para pengemudi dan kru bus. Pemerintah daerah menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam pemberangkatan tersebut.
Berikut ringkasan data keberangkatan program ini:
| Komponen | Data |
|---|---|
| Jumlah peserta | 4.181 warga Jawa Tengah |
| Armada bus | 84 unit |
| Tujuan Jakarta | 76 bus ke Terminal Terpadu Pulo Gebang |
| Tujuan Bandung | 8 bus |
| Titik utama keberangkatan | Asrama Haji Donohudan, Terminal Mangkang, Terminal Bulupitu |
| Kelompok prioritas | Pekerja informal, difabel, lansia |
Dilepas langsung oleh gubernur
Rencananya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran terkait akan melepas para peserta di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Prosesi itu sekaligus menandai pemberangkatan serentak dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Arief Djatmiko menyebut antusiasme warga menjadi tanda bahwa program ini dibutuhkan. Pemerintah daerah berharap layanan serupa bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga pada masa mendatang.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: regional.kompas.com








