38 Bus Antar 1.957 Pemudik Pulang, Balik Mudik Gratis Polda Jabar Lancar dan Humanis

Ditlantas Polda Jawa Barat berhasil memfasilitasi ribuan pemudik melalui program Balik Mudik Gratis yang digelar untuk arus balik Lebaran. Program ini membantu masyarakat kembali ke kota tujuan dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya tambahan.

Kegiatan berlangsung selama enam hari dan melibatkan puluhan armada bus yang disiapkan untuk mengangkut penumpang dari sejumlah titik keberangkatan di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Langkah ini menjadi bagian dari pelayanan kepolisian untuk meringankan beban pemudik sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas pada masa arus balik.

Ribuan Pemudik Terlayani

Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar mencatat sebanyak 38 bus dikerahkan dalam program ini. Armada tersebut mengangkut 1.957 penumpang yang diberangkatkan dari 13 titik strategis di berbagai wilayah.

Titik keberangkatan itu mencakup sejumlah terminal utama, seperti Yogyakarta, Solo Tirtonadi, Wonosobo, Madiun, hingga Pangandaran. Para penumpang kemudian diarahkan menuju berbagai kota tujuan, termasuk Bandung, DKI Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Purwakarta.

Bentuk Kepedulian dan Pelayanan Polri

Direktur Lalu Lintas Polda Jabar, Kombes Pol. Raydian Kokrosono, mengatakan program tersebut menjadi wujud kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang baru kembali dari kampung halaman. Ia menegaskan layanan ini dirancang agar perjalanan arus balik terasa lebih aman dan ringan bagi pemudik.

“Program Balik Mudik Gratis ini merupakan wujud nyata kepedulian dan pelayanan Polri, khususnya jajaran Polda Jawa Barat, untuk membantu masyarakat kembali ke kota tujuan dengan aman, nyaman, dan tanpa beban biaya,” ujar Raydian di Terminal Cicaheum, Bandung, Jumat.

Dorong Keselamatan di Jalan Raya

Program ini tidak hanya berfokus pada efisiensi biaya perjalanan. Polda Jabar juga menempatkannya sebagai strategi untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas selama arus balik berlangsung.

Dengan mengalihkan pemudik dari kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, ke bus yang lebih tertib dan terorganisir, kepolisian dapat membantu mengurangi kepadatan di jalur utama. Langkah ini dinilai efektif untuk meminimalkan potensi kecelakaan di perjalanan jarak jauh.

Berikut sasaran manfaat utama program tersebut:

  1. Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi saat arus balik.
  2. Menekan kemacetan di jalur utama antarwilayah.
  3. Meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.
  4. Memberikan kemudahan transportasi bagi masyarakat.
  5. Meningkatkan rasa aman bagi pemudik selama perjalanan.

Pengaturan Terminal Tetap Kondusif

Untuk memastikan kedatangan bus berjalan lancar, Ditlantas Polda Jabar juga berkoordinasi dengan pengelola terminal, termasuk Terminal Cicaheum Kota Bandung. Petugas disiagakan di pintu masuk dan keluar terminal agar proses penurunan penumpang tidak mengganggu arus kendaraan lain.

Pantauan di lapangan menunjukkan situasi lalu lintas di sekitar terminal tetap kondusif. Aktivitas operasional berjalan tanpa hambatan berarti sehingga arus kendaraan di area tersebut tetap terkendali.

Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Raydian menambahkan, layanan Balik Mudik Gratis juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan memberi rasa terayomi bagi para pemudik dan pengguna jalan lainnya.

“Tujuannya bukan hanya mengurangi beban biaya perjalanan, tetapi juga memastikan pemudik selamat sampai tujuan dan merasa terayomi oleh kehadiran petugas. Kami ingin arus balik Lebaran ini berjalan lebih tertib dan humanis,” kata dia.

Program tersebut memperlihatkan peran Ditlantas Polda Jabar dalam menjaga kelancaran arus balik sekaligus menghadirkan layanan publik yang langsung dirasakan masyarakat. Dengan ribuan penumpang terlayani dan lalu lintas tetap tertib, inisiatif ini menjadi salah satu bentuk pengelolaan mobilitas mudik yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan warga.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tribratanews.jabar.polri.go.id

Berita Terkait

Back to top button