Operasi Ketupat menghadapi tantangan serius di Jawa Timur setelah Polda Jatim mencatat 750 kasus kecelakaan selama pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik. Jumlah itu naik 78 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu, sehingga menjadi perhatian utama aparat di lapangan.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan data tersebut saat memantau langsung arus mudik di Situbondo. Ia menegaskan bahwa kondisi lalu lintas perlu diantisipasi lebih ketat, terutama di jalur penyeberangan yang berpotensi mengalami penumpukan kendaraan.
Lonjakan kecelakaan jadi sorotan
Kenaikan angka kecelakaan itu menunjukkan bahwa intensitas pergerakan pemudik masih tinggi dan membutuhkan pengawasan berlapis. Polda Jatim menilai, kepadatan lalu lintas, kelelahan pengemudi, serta antrean di titik-titik krusial bisa memicu risiko insiden di jalan.
Nanang menyampaikan bahwa selama Operasi Ketupat, keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama. Aparat juga diminta bergerak cepat untuk mengurai kemacetan dan mencegah penumpukan kendaraan pada jam-jam padat.
Fokus pengawasan di jalur Ketapang-Gilimanuk
Salah satu titik perhatian berada di area penyeberangan Ketapang ke Gilimanuk, yang kerap menjadi lokasi antrean panjang saat arus mudik. Polda Jatim meminta masyarakat memanfaatkan rest area yang telah disiapkan agar tidak berhenti di bahu jalan atau titik yang bisa mengganggu kelancaran arus.
- Rest area disiapkan untuk menampung kendaraan saat terjadi penumpukan.
- Terdapat 15 zona penyangga atau cover zone yang bisa digunakan.
- Kantong parkir disiapkan agar antrean tidak meluber ke jalur utama.
- Pengendara diminta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Langkah itu diambil untuk menjaga arus lalu lintas tetap tertib dan mencegah penumpukan kendaraan di sekitar pelabuhan.
Koordinasi dengan ASDP diperkuat
Selain pengaturan lalu lintas, Polda Jatim juga berkoordinasi dengan ASDP untuk memastikan kesiapan armada penyeberangan. Nanang menyebut komunikasi itu penting agar jumlah angkutan dinilai cukup untuk mengakomodasi kebutuhan pemudik.
Kesiapan armada menjadi faktor penting dalam mengurangi antrean kendaraan yang bisa memicu kemacetan dan meningkatkan potensi kecelakaan. Dengan koordinasi lintas instansi, aparat berharap arus mudik tetap terkendali meski volume kendaraan terus bergerak naik.
Imbauan keselamatan untuk pemudik
Polda Jatim mengingatkan pengemudi untuk menjaga kondisi fisik sebelum melanjutkan perjalanan jauh. Istirahat cukup, memanfaatkan fasilitas penyangga, dan tidak memaksakan diri saat lelah menjadi bagian penting dalam menekan risiko kecelakaan.
Aparat juga meminta pemudik untuk patuh pada arahan petugas dan tidak berhenti sembarangan di area yang rawan menghambat kendaraan lain. Dengan disiplin pengguna jalan dan pengawasan di lapangan, lonjakan kecelakaan selama Operasi Ketupat di Jatim diharapkan bisa ditekan pada periode arus mudik berikutnya.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.detik.com








