Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menjalankan program Balik Rantau Gratis dengan kuota 4.181 warga yang difasilitasi pulang ke perantauan menggunakan 84 bus. Program ini digelar untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di jalan saat arus balik.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko mengatakan program tersebut menyasar pekerja informal seperti asisten rumah tangga, buruh, hingga pedagang kecil. Ia menegaskan layanan ini dirancang agar warga bisa kembali bekerja dengan aman, nyaman, dan tanpa beban biaya transportasi yang tinggi.
Ribuan warga difasilitasi balik rantau
Dari total 84 armada bus yang disiapkan, 76 bus diarahkan menuju Jakarta melalui Terminal Terpadu Pulo Gebang. Sementara itu, delapan bus lain diberangkatkan ke Bandung untuk mengangkut peserta yang hendak kembali ke wilayah tujuan tersebut.
Seluruh armada dijadwalkan berangkat serentak dari sejumlah titik di Jawa Tengah pada Sabtu. Skema ini dibuat agar distribusi penumpang lebih tertib dan mudah dijangkau oleh warga dari berbagai daerah.
Titik keberangkatan tersebar di banyak daerah
Pemerintah provinsi menyiapkan beberapa lokasi keberangkatan utama agar peserta tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk naik bus. Titik-titik itu dipilih di lokasi strategis yang sudah dikenal masyarakat.
- Asrama Haji Donohudan, Boyolali
- Terminal Mangkang, Semarang
- Terminal Bulupitu, Banyumas
- Keberangkatan mandiri dari Magelang
- Keberangkatan mandiri dari Kendal
- Keberangkatan mandiri dari Kudus
- Keberangkatan mandiri dari Blora
Dengan pola ini, pemerintah daerah berharap layanan lebih merata dan menjangkau warga dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Lansia dan penyandang disabilitas ikut difasilitasi
Program Balik Rantau Gratis juga memberi perhatian pada kelompok rentan. Puluhan peserta dari kategori lansia dan penyandang disabilitas ikut terdaftar, termasuk satu penumpang berkebutuhan khusus.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa layanan transportasi publik tidak hanya ditujukan bagi penumpang umum, tetapi juga bagi warga yang membutuhkan pendampingan dan akses yang lebih ramah. Pemprov Jateng menyebut pendekatan itu penting agar manfaat program bisa dirasakan lebih luas.
Armada dan kru sudah diperiksa
Sebelum diberangkatkan, seluruh bus dan kru menjalani ramp check serta pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan untuk memastikan kendaraan laik jalan dan pengemudi dalam kondisi sehat.
Arief menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program ini. Pemeriksaan itu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kualitas layanan selama perjalanan antarkota dan antardaerah.
Program yang dinilai sangat dibutuhkan warga
Arief menyampaikan tingginya antusiasme masyarakat menjadi tanda bahwa program tersebut memang dibutuhkan. Menurut dia, fasilitas gratis seperti ini memberi dampak nyata bagi warga yang harus kembali bekerja setelah masa libur selesai.
Pemprov Jateng berharap program ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga pada pelaksanaan mendatang. Layanan Balik Rantau Gratis juga menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu mobilitas masyarakat pekerja informal secara aman dan terjangkau.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.inews.id






