Sekda Lepas Balik Rantau Gratis di Mangkang, Perantau Hemat dan Tenang Pulang Kerja

Program Balik Rantau Gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Terminal Mangkang, Semarang, mendapat apresiasi langsung dari para pemudik dan keluarganya. Mereka menilai layanan itu membuat perjalanan kembali ke perantauan lebih hemat, aman, dan nyaman setelah sebelumnya bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Salah satu warga, Ny Tyas, mengaku terbantu karena putrinya sempat kehabisan tiket kereta untuk kembali ke Jakarta. Berkat informasi mengenai program mudik dan balik gratis, keluarga itu akhirnya bisa mendaftar dan berangkat tanpa harus menanggung biaya tinggi di tengah kebutuhan setelah Lebaran.

Warga Rasakan Manfaat Nyata

Tyas menyampaikan terima kasih atas fasilitas yang disediakan Pemprov Jateng karena membantu masyarakat beraktivitas dengan lebih tenang. Ia menilai program ini bukan hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga memberi rasa aman bagi keluarga yang membawa anak kecil.

Apresiasi serupa datang dari Kristianti, pemudik asal Kabupaten Semarang yang telah merantau sejak lama. Ia mengatakan program ini sangat membantu perantau yang ingin pulang ke kota tujuan kerja tanpa harus terbebani ongkos perjalanan yang mahal.

Kristianti juga berharap program serupa terus berlanjut pada tahun berikutnya. Harapan itu ia sampaikan saat mengikuti dialog daring dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dari Terminal Mangkang.

Pemberangkatan dari Tiga Titik

Pada Sabtu, 28 Maret 2026, Pemprov Jateng melepas peserta Balik Rantau Gratis 2026 dari tiga titik pemberangkatan. Lokasinya berada di Asrama Haji Donohudan, Terminal Mangkang Kota Semarang, dan Terminal Bulupitu Kabupaten Banyumas.

Acara utama dibuka serentak oleh Gubernur Jawa Tengah dari Asrama Haji Donohudan, lalu diikuti peserta di dua titik lainnya secara daring. Skema ini memudahkan koordinasi pemberangkatan sekaligus memastikan seluruh peserta bisa terlayani dengan baik.

Berikut data pemberangkatan dari Terminal Mangkang:

  1. Jumlah peserta: 550 orang.
  2. Jumlah armada: 11 bus.
  3. Daerah asal peserta: Kabupaten Demak, Kota Semarang, dan Kabupaten Jepara.

Sekda Jateng Ikut Lepas Peserta di Mangkang

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno hadir langsung di Terminal Mangkang untuk melepas keberangkatan peserta. Ia menyapa para pemudik yang kembali ke Jakarta dan memberi semangat agar mereka menjalankan pekerjaan dengan baik di tempat perantauan.

Sumarno menyebut wajah para peserta terlihat cerah karena sudah sempat pulang, bersilaturahmi, dan sungkem kepada keluarga. Menurutnya, momen itu menjadi bekal emosional yang penting sebelum kembali mencari nafkah di kota tujuan.

Ia menegaskan bahwa Program Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026 menunjukkan kepedulian masyarakat Jawa Tengah kepada para perantau. Program ini, kata dia, dirancang untuk memberi kenyamanan agar warga bisa pulang dengan bahagia dan kembali bekerja tanpa beban perjalanan yang berat.

Program Dinilai Lancar dan Tepat Sasaran

Sumarno juga bersyukur pelaksanaan mudik dan balik gratis tahun ini berjalan lancar. Ia menyebut cuaca mendukung, sehingga perjalanan tidak terkendala masalah kebencanaan maupun gangguan lain yang berpotensi menghambat keberangkatan.

Menurut dia, kelancaran program juga tidak lepas dari dukungan banyak pihak yang menjaga kondisi Jawa Tengah tetap kondusif. Kolaborasi itu menjadi penting karena jumlah pemudik yang dilayani cukup besar dan membutuhkan pengaturan yang rapi di lapangan.

Program ini dipandang relevan bagi masyarakat yang ingin menekan biaya perjalanan setelah libur panjang. Selain itu, layanan transportasi terorganisasi juga membantu mengurangi risiko kehabisan tiket, keterlambatan keberangkatan, serta kepadatan di jalur transportasi umum.

Manfaat yang Dirasakan Peserta

Program Balik Rantau Gratis di Mangkang memberi sejumlah manfaat langsung bagi peserta, terutama bagi keluarga pekerja perantauan. Berikut beberapa keuntungan yang dirasakan warga:

  1. Menghemat biaya perjalanan ke kota tujuan.
  2. Mengurangi risiko kehabisan tiket transportasi umum.
  3. Memberi rasa aman bagi keluarga, termasuk yang membawa anak kecil.
  4. Membantu peserta kembali bekerja tepat waktu.
  5. Meringankan beban perjalanan setelah mudik bersama keluarga.

Para peserta menilai program seperti ini memberi dampak sosial yang nyata karena menghadirkan solusi praktis bagi warga yang membutuhkan akses transportasi terjangkau. Di saat yang sama, program tersebut memperkuat hubungan emosional antara pemerintah daerah dan masyarakat perantau asal Jawa Tengah.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatengpos.co.id

Berita Terkait

Back to top button