52.896 Penumpang Tiba di Jakarta, Arus Balik Dari Jawa Tengah Dan Timur Masih Stabil

Sebanyak 52.896 penumpang kereta api tercatat tiba di Jakarta dari berbagai stasiun penyangga pada H+8 Lebaran 1447 Hijriah hingga Minggu pagi. Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta menunjukkan arus kedatangan masih tinggi dan relatif stabil di tengah periode balik Lebaran.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyebut jumlah itu tercatat per pukul 09.00 WIB. Angka tersebut hanya sedikit berubah dari hari sebelumnya yang mencapai 52.961 penumpang.

Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jadi Titik Terpadat

Stasiun Pasar Senen menjadi pintu kedatangan dengan volume tertinggi, yakni 18.753 penumpang. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Gambir dengan 15.689 penumpang.

Mayoritas penumpang yang tiba di dua stasiun utama itu datang dari kota-kota besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rute asal yang paling banyak tercatat antara lain Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Jember, Purwokerto, Malang, Solo, dan Madiun.

Arus Balik Masih Berlangsung

Di tengah tingginya kedatangan, pergerakan penumpang yang berangkat dari Jakarta juga tetap aktif. Tercatat 13.452 penumpang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan 10.066 penumpang dari Stasiun Gambir pada periode yang sama.

Kondisi ini menunjukkan arus balik Lebaran masih berjalan di dua arah, meski jumlah penumpang yang datang ke Jakarta jauh lebih besar. Pola tersebut juga menandakan mobilitas masyarakat belum sepenuhnya kembali normal setelah masa libur panjang.

Layanan Tambahan Diperkuat di Stasiun

Untuk menjaga kenyamanan penumpang selama masa Angkutan Lebaran, KAI Daop 1 menyiapkan sejumlah layanan tambahan. Langkah itu mencakup dekorasi tematik di area stasiun, penambahan personel lapangan, dan penguatan petugas kebersihan.

KAI juga mengoperasikan customer service mobile agar penumpang lebih mudah memperoleh informasi. Di sisi keamanan, bantuan personel TNI dan Polri ikut dilibatkan untuk mendukung kelancaran operasional di stasiun.

Petugas parkir excellent juga disiagakan untuk mengatur alur kendaraan di area stasiun. Penguatan layanan itu ditujukan agar lonjakan penumpang tetap bisa terlayani dengan lancar selama masa puncak arus balik.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.penamerdeka.com

Berita Terkait

Back to top button