Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung mencatat serapan pupuk subsidi pada triwulan pertama mencapai sekitar 30 persen dari total alokasi. Penyaluran itu didorong kebutuhan petani padi yang mulai memasuki masa tanam di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto mengatakan realisasi tersebut berjalan cukup baik dan sejauh ini tidak ada kendala berarti di lapangan. Ia menyebut mayoritas pupuk yang terserap berasal dari jenis urea dan NPK karena komoditas utama petani setempat masih didominasi padi dan jagung.
Alokasi dan realisasi penyaluran
Pemerintah pusat mengalokasikan lima jenis pupuk subsidi untuk Tulungagung, yakni urea, NPK, NPK formula khusus, ZA, dan pupuk organik. Total alokasi tahun ini mencapai 48.026,83 ton.
Berikut rincian alokasinya:
- Urea: 25.554 ton
- NPK: 22.736 ton
- NPK formula khusus: 0,18 ton
- ZA dan pupuk organik: 328,65 ton
Hingga akhir triwulan pertama, serapan urea tercatat 7.448 ton atau sekitar 30 persen. Adapun NPK terserap 6.036 ton atau sekitar 26 persen dari total alokasinya.
Didorong musim tanam padi
Suyanto menjelaskan, peningkatan serapan terjadi seiring aktivitas tanam petani padi yang mulai berlangsung di beberapa kecamatan. Kondisi itu membuat distribusi pupuk berjalan lebih cepat dibanding periode saat kebutuhan tanam masih rendah.
Ia menegaskan pupuk urea dan NPK menjadi jenis yang paling banyak diminta petani. Pola serapan itu sejalan dengan komposisi pertanian di Tulungagung yang masih didominasi padi dan jagung.
Serapan pupuk organik masih rendah
Meski dua jenis pupuk utama terserap cukup baik, penyerapan pupuk organik masih relatif rendah. Dinas Pertanian Tulungagung merujuk pada kondisi tahun sebelumnya, saat realisasi pupuk organik hanya sekitar 32 persen dari total alokasi.
- Sebagian petani memilih memproduksi pupuk organik secara mandiri.
- Ketersediaan bahan lokal membuat kebutuhan pupuk organik subsidi tidak setinggi urea dan NPK.
- Pola pemakaian pupuk petani masih lebih besar pada pupuk anorganik untuk mendukung produktivitas tanaman pangan.
Target penyaluran hingga akhir tahun
Dinas Pertanian Tulungagung menargetkan penyaluran pupuk subsidi tahun ini bisa terserap optimal hingga 100 persen. Target tersebut tetap dibarengi pengawasan distribusi agar pasokan sesuai kebutuhan petani dan tidak menumpuk pada jenis pupuk yang kurang diminati.
Suyanto memastikan pihaknya terus memantau perkembangan serapan di lapangan, terutama menjelang puncak masa tanam berikutnya. Dengan pola tanam yang masih bergerak dan kebutuhan pupuk yang mengikuti jadwal budidaya, serapan pupuk subsidi diperkirakan akan terus bertambah pada periode selanjutnya.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.antaranews.com








