Apresiasi Gubernur Jateng di HUT Ke-65, Pesan KPH Banyumas Barat untuk Warisan Hijau Anak Cucu

Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat menerima apresiasi istimewa dalam peringatan HUT ke-65 Perhutani. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan ucapan selamat sekaligus pengakuan atas peran Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan dan mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Administratur/KKPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut, menyebut perhatian dari pimpinan Jawa Tengah itu menjadi dorongan moral bagi jajarannya. Ia menilai apresiasi tersebut menunjukkan bahwa kerja kolektif antara Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat telah memberi manfaat nyata di lapangan.

Apresiasi dari Gubernur Jadi Penguat Semangat

Eka Cahyadi menyampaikan bahwa ucapan HUT ke-65 dari Gubernur Jawa Tengah bukan sekadar seremonial. Menurut dia, apresiasi itu mencerminkan pengakuan atas sinergi yang selama ini dibangun untuk mengelola hutan secara berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar ucapan, melainkan bentuk pengakuan terhadap sinergi yang selama ini kita bangun antara Perhutani, Pemerintah Provinsi, dan masyarakat dalam mengelola hutan demi kesejahteraan bersama,” kata Eka Cahyadi.

Ia menambahkan, dukungan dari pemerintah provinsi penting untuk menjaga konsistensi kerja lapangan. Momentum ulang tahun juga dinilai menjadi pengingat bahwa Perhutani tetap memikul tanggung jawab besar dalam menjaga hutan sebagai aset ekologis dan sosial.

Instruksi untuk Jajaran: Jaga Hutan untuk Generasi Mendatang

Dalam momentum HUT ke-65, Eka Cahyadi memberi arahan kepada seluruh satuan kerja di wilayah KPH Banyumas Barat. Ia meminta petugas memperkuat pengamanan hutan dan tidak lengah terhadap potensi gangguan yang bisa merusak ekosistem.

Arahan tersebut dirangkum dalam tiga penekanan utama berikut:

  1. Petugas harus menjaga keamanan hutan dengan sungguh-sungguh dari berbagai gangguan yang merusak ekosistem.
  2. Setiap langkah pengelolaan harus tetap mengutamakan prinsip kelestarian dan keberlanjutan.
  3. Tugas rimbawan harus dipahami sebagai upaya menjaga warisan hijau bagi anak cucu di masa depan.

Eka menegaskan bahwa usia 65 tahun menjadi simbol kematangan lembaga yang harus diiringi tanggung jawab lebih besar. Karena itu, seluruh jajaran diminta menjaga disiplin kerja dan memperkuat komitmen terhadap perlindungan kawasan hutan.

Perhutani Dorong Sinergi Ekonomi dan Lingkungan

Perhutani KPH Banyumas Barat juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah mendorong pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam tanpa meninggalkan aspek lingkungan.

Dalam praktiknya, pendekatan tersebut sejalan dengan semangat “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera” yang selama ini digaungkan Perhutani. Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika sosial, pengelolaan hutan dinilai perlu dijalankan secara adaptif, terukur, dan melibatkan masyarakat.

Perhutani menempatkan kelestarian hutan sebagai bagian dari pelayanan publik yang berdampak langsung pada masa depan wilayah. Dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, KPH Banyumas Barat berharap pengelolaan hutan tetap memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi warga di sekitar kawasan hutan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: 86news.co

Terkait