Arus Mudik Dan Balik Di Jabar Lebih Aman, Kecelakaan Turun 76 Persen

Ditlantas Polda Jawa Barat melaporkan penurunan tajam angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya saat arus mudik dan arus balik Lebaran. Data kepolisian menunjukkan jumlah kecelakaan turun 76 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Raydian Kokrosono, menyampaikan data itu saat meninjau arus balik di Rest Area KM 62 Tol Jakarta–Cikampek, Karawang, pada Minggu. Ia menegaskan bahwa penurunan ini juga sejalan dengan membaiknya tingkat keselamatan pengguna jalan selama masa libur Lebaran.

Data kecelakaan di Jawa Barat turun tajam

Berdasarkan catatan kepolisian, jumlah kecelakaan selama periode pengamanan Lebaran tercatat 93 kejadian. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan 383 kasus pada periode sebelumnya.

Penurunan juga terlihat pada tingkat keparahan korban. Data kepolisian mencatat korban meninggal dunia turun 89 persen, dari 121 orang menjadi 13 orang.

Rincian penurunan korban kecelakaan

  1. Kecelakaan lalu lintas: 93 kejadian, turun dari 383 kejadian.
  2. Korban meninggal dunia: 13 orang, turun dari 121 orang.
  3. Korban luka berat: turun 46 persen.
  4. Korban luka ringan: turun 73 persen.

Raydian menyebut capaian itu tidak lepas dari kerja petugas di lapangan dan kepatuhan masyarakat dalam mengikuti aturan lalu lintas. Menurut dia, koordinasi selama mudik dan arus balik ikut membantu menekan risiko kecelakaan di jalur utama yang padat kendaraan.

Peran disiplin pemudik dan pengaturan arus

Selama arus balik, petugas mengatur lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan, termasuk di ruas tol yang menjadi jalur utama kendaraan menuju Jakarta dan wilayah penyangga. Pengawasan ini penting karena volume kendaraan meningkat tajam saat periode Lebaran dan berpotensi memicu insiden di jalan.

Kepatuhan pengendara terhadap arahan petugas juga menjadi faktor penting dalam menekan angka kecelakaan. Pola berkendara yang lebih tertib, penggunaan jalur sesuai aturan, dan pengendalian kecepatan di beberapa titik dinilai membantu menjaga kelancaran perjalanan.

Penurunan angka kecelakaan di Jawa Barat menjadi salah satu indikator bahwa pengamanan lalu lintas selama mudik dan balik Lebaran berjalan lebih efektif. Kondisi itu juga menunjukkan bahwa sinergi petugas dan pengguna jalan memberi dampak langsung terhadap keselamatan di jalan raya.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jabar.jpnn.com

Berita Terkait

Back to top button