Palang Merah Indonesia Jawa Tengah mengingatkan Banyumas untuk tetap siaga menghadapi berbagai risiko bencana yang mengancam wilayah tersebut. Peringatan itu disampaikan karena Banyumas memiliki potensi ancaman mulai dari Gunung Slamet, longsor, banjir, kekeringan, hingga kebakaran.
Ketua PMI Jawa Tengah Sarwa Pramana menekankan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi perhatian utama bagi jajaran PMI Kabupaten Banyumas. Menurut dia, posisi Banyumas juga strategis sebagai daerah penyangga jika terjadi bencana di wilayah sekitar, termasuk tsunami di Kabupaten Cilacap.
Banyumas punya risiko bencana yang berlapis
Sarwa menyebut ancaman bencana di Banyumas tidak datang dari satu arah saja. Selain potensi aktivitas Gunung Slamet, wilayah ini juga rawan longsor, banjir, kekeringan, dan kebakaran yang dapat muncul bergantian sesuai kondisi cuaca dan geografis.
Ia mencontohkan kemungkinan dampak bencana dari daerah tetangga yang bisa meluas ke Banyumas. Jika terjadi tsunami di Cilacap, masyarakat berpotensi mengungsi ke Banyumas sehingga koordinasi lintas wilayah perlu diperkuat sejak awal.
PMI diminta tetap netral dan profesional
Sarwa juga mengingatkan pentingnya menjaga tujuh prinsip dasar PMI dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Prinsip itu mencakup kemanusiaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.
Ia menegaskan kantor PMI tidak boleh dipengaruhi kepentingan politik. “Tidak boleh ada bendera partai politik di kantor PMI. Ini penting untuk menjaga kenetralan,” ujarnya saat pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Banyumas di Pendopo Si Panji, Purwokerto.
Penguatan layanan hingga tingkat kecamatan
Selain kesiapsiagaan bencana, PMI Jawa Tengah juga mendorong penguatan layanan kemanusiaan di Banyumas. Fokusnya mencakup peningkatan Unit Donor Darah atau UDD serta perluasan jangkauan layanan sampai tingkat kecamatan.
Berikut sejumlah poin yang ditekankan dalam penguatan PMI Banyumas:
- Memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan.
- Menjaga netralitas dan independensi organisasi.
- Meningkatkan layanan donor darah melalui UDD.
- Memperluas pelayanan hingga kecamatan.
- Meningkatkan sinergi dengan pemerintah dan masyarakat.
Bupati Banyumas minta konsolidasi cepat
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai keberadaan PMI sangat penting sebagai mitra pemerintah dalam pelayanan kemanusiaan. Ia menyebut peran PMI makin dibutuhkan di tengah cuaca ekstrem dan dinamika sosial yang terus berubah.
Sadewo mengatakan PMI selama ini terbukti hadir cepat saat bencana terjadi di banyak wilayah. Menurut dia, kehadiran itu menunjukkan pengabdian yang kuat karena PMI bekerja bukan untuk keuntungan komersial.
Antisipasi kemarau dan kebutuhan air bersih
Selain isu kebencanaan, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Salah satu fokus utama adalah mengatasi potensi kekeringan di wilayah-wilayah rawan yang sumur-sumurnya belum maksimal.
Sadewo menyebut Perumdam Tirta Satria telah menambah armada mobil tangki air untuk membantu distribusi air bersih. Langkah itu disiapkan agar kebutuhan warga di daerah terdampak kekeringan bisa tetap terpenuhi seperti pada kondisi tahun sebelumnya.
Ia juga berharap pembangunan sumur di wilayah rawan dapat diperkuat agar ketersediaan air lebih stabil. Di sisi lain, pengurus PMI Banyumas yang baru dilantik diminta segera konsolidasi, menyusun program kerja, dan memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.antaranews.com