Pemprov Jabar Tampil Moncer di 2026, Kemiskinan dan Pengangguran Ikut Turun

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat kinerja pembangunan yang menguat sepanjang 2025. Berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri, Pemprov Jabar meraih skor 3,6672 yang ikut mendorong turunnya angka kemiskinan dan pengangguran terbuka di daerah tersebut.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan persentase penduduk miskin di Jawa Barat berada di angka 6,78 persen atau sekitar 3,55 juta jiwa. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 7,08 persen.

Program Penekan Kemiskinan

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengatakan penurunan kemiskinan terjadi karena sejumlah program dijalankan secara terintegrasi. Pemerintah daerah fokus pada pengurangan kantong kemiskinan, penekanan beban pengeluaran masyarakat, dan peningkatan pendapatan kelompok rentan.

Untuk memperkuat penanganan wilayah rentan, Pemprov Jabar memetakan daerah rawan pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah ini membantu pemerintah menyalurkan intervensi kebijakan secara lebih tepat sasaran.

Langkah Pengendalian Biaya Hidup

Pemprov Jabar juga menggencarkan Gerakan Pangan Murah untuk menekan pengeluaran warga. Sepanjang 2025, program ini telah digelar 1.874 kali di 27 kabupaten dan kota.

Selain itu, operasi pasar bersubsidi turut dijalankan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. “Pemda Provinsi Jawa Barat juga membiayai iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin sehingga dapat menekan pengeluaran mereka,” ujar Erwan, Selasa (31/3/2026).

Pemerintah daerah juga memperluas akses listrik bagi masyarakat kurang mampu lewat penyediaan jaringan listrik baru. Sebanyak 76.123 sambungan listrik telah diidentifikasi untuk disalurkan di 1.367 desa dan kelurahan.

Dorongan Pendapatan Masyarakat

Di sisi pendapatan, Pemprov Jabar menjalankan sejumlah program pemberdayaan ekonomi. Pemerintah memberi pelatihan kepada pekerja migran Indonesia dan menyalurkan bantuan modal kepada 57 Kelompok Usaha Bersama atau KUBE.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan ekonomi warga agar tidak hanya bergantung pada bantuan sosial. Pendekatan ini juga dinilai penting dalam menjaga daya beli rumah tangga berpendapatan rendah.

Pengangguran Turun di Bawah Target

Selain kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat juga membaik. Pada 2025, tingkat pengangguran tercatat 6,66 persen, turun dari 6,75 persen pada 2024 dan lebih baik dari target 6,99 persen.

Penurunan itu didorong oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menambah tenaga kerja 0,10 juta orang, disusul sektor pendidikan serta akomodasi dan makan minum.

Berikut sektor yang disebut memberi kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja:

  1. Reparasi dan perawatan kendaraan bermotor
  2. Industri pengolahan
  3. Pertanian

Meski begitu, beberapa sektor masih menghadapi tekanan. Sektor pertambangan dan penggalian tercatat mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja.

Tren Pembangunan Masih Dijaga

Capaian penurunan kemiskinan dan pengangguran menunjukkan pembangunan di Jawa Barat bergerak ke arah yang lebih positif. Pemprov Jabar menyebut berbagai program lintas sektor akan terus dijaga agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: timesindonesia.co.id

Berita Terkait

Back to top button