Wagub Jateng Dorong Huntara Brebes Dipercepat, Warga Tanah Gerak Menanti Kepastian

Pemprov Jawa Tengah terus mempercepat penanganan warga terdampak tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Fokus utama saat ini adalah penyediaan hunian sementara atau huntara agar puluhan keluarga yang terdampak bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menegaskan proses pengadaan huntara masih berjalan. Ia menyebut lahan yang disiapkan berada di area milik Perhutani, sehingga harus dipastikan terlebih dahulu agar penggunaannya tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan.

Pemprov lakukan pengecekan lokasi

Taj Yasin mengatakan pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru dalam menentukan titik pembangunan. Menurut dia, lokasi calon huntara akan disurvei lebih dulu untuk memastikan keamanan dan kelayakan lahan.

Pemeriksaan itu penting karena tanah gerak dapat memunculkan ancaman berulang bila hunian dibangun di area yang tidak stabil. Karena itu, Pemprov Jateng menempatkan aspek keselamatan warga sebagai prioritas utama sebelum pembangunan dimulai.

Kebutuhan huntara cukup besar

Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, menyampaikan kebutuhan huntara di wilayahnya mencapai 143 unit. Jumlah itu disiapkan untuk menampung 176 kepala keluarga yang terdampak, dengan total warga mencapai 533 jiwa.

Sudiryo juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Jateng terhadap warganya. Ia berharap pembangunan huntara bisa dipercepat agar warga segera mendapat tempat tinggal sementara yang lebih aman.

Warga berharap material bekas rumah dimanfaatkan

Menurut Sudiryo, warga juga menginginkan pembangunan huntara memanfaatkan material bekas rumah yang masih bisa dipakai. Usulan itu muncul agar proses penanganan berjalan lebih cepat dan tetap efisien tanpa mengabaikan kebutuhan dasar warga.

Selain itu, sudah ada rencana lokasi yang akan digunakan untuk huntara. Area tersebut berada di lahan Perhutani di petak 34 G, tepatnya di Dusun Susunda, yang kini menjadi salah satu opsi utama untuk penempatan hunian sementara.

Data penting penanganan warga terdampak

  1. Lokasi terdampak: Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.
  2. Kebutuhan huntara: 143 unit.
  3. Jumlah keluarga terdampak: 176 KK.
  4. Total warga terdampak: 533 jiwa.
  5. Lokasi calon lahan: lahan Perhutani di petak 34 G, Dusun Susunda.

Pemprov Jateng kini melanjutkan proses pengadaan sambil menunggu hasil survei lokasi dan pertimbangan teknis lapangan. Pemerintah daerah menargetkan penanganan bisa berjalan hati-hati, tetapi tetap cepat agar warga terdampak tanah gerak segera memperoleh hunian sementara yang aman.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.radioidola.com

Berita Terkait

Back to top button