Dinas Pendidikan Jawa Barat meminta seluruh sekolah negeri di jenjang SMA, SMK, dan SLB untuk memperketat penggunaan energi. Instruksi ini muncul seiring dorongan pemerintah pusat agar daerah ikut menjalankan efisiensi energi di lingkungan kerja dan layanan publik.
Kepala Disdik Jawa Barat Purwanto menegaskan bahwa sekolah perlu memakai listrik seperlunya dan tidak membiarkan pendingin udara menyala terus-menerus. Ia juga mengarahkan pelajar agar tidak menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah dan beralih ke transportasi umum untuk membantu penghematan bahan bakar minyak.
Arahan efisiensi di satuan pendidikan
Purwanto mengatakan langkah hemat energi harus menjadi kebiasaan bersama di lingkungan pendidikan. Menurut dia, penghematan tidak cukup hanya dilakukan oleh aparatur sipil negara, tetapi juga harus melibatkan masyarakat dan seluruh warga sekolah.
Ia menyebut pengelolaan listrik di sekolah perlu dilakukan lebih disiplin. Penggunaan AC, lampu, dan perangkat elektronik lain diminta disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak terjadi pemborosan.
Rincian langkah yang diminta Disdik Jabar
Berikut poin utama arahan efisiensi yang disampaikan Disdik Jabar:
- Sekolah menggunakan listrik secukupnya sesuai kebutuhan.
- AC tidak dinyalakan terus-menerus.
- Pelajar diimbau tidak memakai kendaraan pribadi ke sekolah.
- Siswa didorong memanfaatkan transportasi umum.
- Seluruh unsur pendidikan diminta ikut menjaga efisiensi energi.
Kebijakan ini sejalan dengan surat edaran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sebelumnya mengatur penghematan energi di lingkungan pemerintahan daerah. Disdik Jabar menempatkan sekolah sebagai bagian penting dari upaya tersebut karena konsumsi listrik dan mobilitas harian di satuan pendidikan cukup besar.
Tetap tatap muka, belum ada opsi sekolah daring
Di tengah dorongan efisiensi itu, proses belajar mengajar di sekolah tetap berjalan tatap muka. Disdik Jabar tidak membuka opsi pembelajaran daring sebagai bagian dari kebijakan penghematan energi.
Fokus utama kebijakan berada pada perubahan perilaku, mulai dari penggunaan fasilitas sekolah hingga pola perjalanan siswa. Dengan langkah itu, pemerintah daerah berharap efisiensi energi bisa berjalan tanpa mengganggu aktivitas belajar di sekolah negeri Jawa Barat.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jabar.jpnn.com








