Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan untuk menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional XXXI. Persiapan itu dilakukan lebih awal dan kini sudah masuk tahap teknis agar penyelenggaraan ajang keagamaan tersebut berjalan lancar sekaligus berprestasi.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa berbagai rapat koordinasi sudah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Pemprov Jateng juga terus mengonsolidasikan kesiapan bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) provinsi dan kabupaten/kota di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Persiapan masuk tahap teknis
Taj Yasin mengatakan pemerintah daerah tidak ingin hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga sukses dalam capaian prestasi. Karena itu, seluruh unsur terkait diminta bergerak serentak dalam mempersiapkan pelaksanaan MTQ Nasional yang akan digelar di Jateng.
Persiapan yang sudah berjalan meliputi penentuan maskot, logo, tema, serta rapat koordinasi dengan 35 kabupaten/kota. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh daerah memiliki pemahaman yang sama mengenai peran masing-masing dalam penyelenggaraan acara.
Bazar UMKM ikut disiapkan
Dalam rangkaian MTQ Nasional nanti, Pemprov Jateng juga menyiapkan kolaborasi dengan Kota Semarang untuk menghadirkan bazar UMKM. Kegiatan ini akan menampilkan beragam gerai busana, makanan, dan kuliner syariah sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Pemprov menilai keterlibatan pelaku usaha kecil dapat memberi nilai tambah pada pelaksanaan MTQ. Selain mendukung syiar, kegiatan ini juga membuka ruang promosi bagi produk-produk daerah di hadapan peserta dan tamu dari berbagai provinsi.
Sosialisasi diperluas ke daerah
Gus Yasin juga meminta pemerintah kabupaten/kota mulai memasang baliho dan billboard untuk menyosialisasikan gelaran MTQ Nasional XXXI. Upaya ini dipandang penting agar masyarakat luas mengetahui bahwa Jawa Tengah menjadi tuan rumah ajang nasional tersebut.
Langkah sosialisasi di tingkat daerah diharapkan membuat pelaksanaan MTQ semakin terasa di ruang publik. Dengan begitu, semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat dapat tumbuh sejak dini menjelang penyelenggaraan pada September mendatang.
Fokus pada prestasi kafilah Jateng
Selain menyiapkan penyelenggaraan, Pemprov Jateng juga memberi perhatian pada peningkatan prestasi kafilah. Salah satu upaya yang ditempuh adalah mematangkan pembelajaran mendalam melalui karantina bagi peserta asal Jawa Tengah.
Pemerintah juga menjalin koordinasi dengan orang tua dan lembaga tempat belajar peserta. Berikut sejumlah langkah yang disebutkan dalam persiapan kafilah Jateng:
- Karantina untuk memperkuat pembinaan peserta
- Koordinasi dengan orang tua kafilah
- Koordinasi dengan lembaga pendidikan peserta
- Penyusunan program pembinaan yang terstruktur dan terukur
Pendekatan itu diarahkan agar lahir qari dan qariah berprestasi yang juga memiliki akhlak qurani.
Pemprov Jateng menegaskan sinergi LPTQ di tingkat provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci sukses pelaksanaan MTQ Nasional. Dengan koordinasi yang rapi, Jawa Tengah menargetkan penyelenggaraan berjalan tertib sekaligus memberi dorongan nyata bagi pembinaan generasi Qurani di daerah.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.antaranews.com








