Harimau Mati Di Bandung Zoo, Dedi Mulyadi Turun Tangan dan Minta Data Darurat

Kematian dua harimau Benggala, Huru dan Hara, di Bandung Zoo memicu langkah cepat dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia menyatakan siap turun tangan langsung agar tidak ada lagi satwa yang mati akibat persoalan pengelolaan kebun binatang.

Dedi menegaskan pemerintah provinsi tidak akan menunggu terlalu lama untuk mengambil tindakan. Ia meminta masalah di Bandung Zoo segera diidentifikasi supaya bantuan bisa diberikan secara tepat sasaran.

Respons cepat dari Pemprov Jabar

Dedi menyampaikan keprihatinan atas matinya dua harimau yang masih berusia delapan bulan itu. Ia menilai kejadian tersebut harus menjadi peringatan agar pengelolaan satwa tidak lagi abai pada kebutuhan dasar hewan.

“ Saya tidak mau lagi ada korban berikutnya,” kata Dedi di Gedung Sate, Bandung, saat ditemui pada Senin, 1 April 2026. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Pemprov Jabar ingin mencegah kasus serupa terulang.

Bantuan logistik dan kebutuhan pegawai

Pemprov Jabar membuka peluang memberi bantuan logistik untuk operasional Bandung Zoo. Dukungan itu mencakup pakan hewan dan kebutuhan pegawai yang merawat satwa sehari-hari.

Dedi menyebut bantuan bisa diberikan jika memang dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup hewan. Ia juga menyinggung kemungkinan dukungan bulanan kepada pengurus hewan bila kondisi keuangan pengelola tidak memadai.

Bentuk dukungan Fokus bantuan
Logistik pakan Kebutuhan makan satwa
Dukungan pegawai Kesejahteraan pengurus hewan
Bantuan rutin Pemenuhan kebutuhan operasional

Menurut Dedi, kebun binatang tidak boleh kekurangan sumber daya dasar sampai berdampak pada keselamatan satwa. Ia menilai pengurus hewan juga harus mendapat perhatian karena mereka berada di garis depan perawatan.

Pakan satwa jadi perhatian utama

Dedi juga menegaskan kesiapan Pemprov Jabar membantu kebutuhan pakan, termasuk daging untuk satwa karnivora seperti harimau. Ia mengatakan pemenuhan nutrisi hewan menjadi salah satu faktor paling penting dalam perawatan di kebun binatang.

“ Ada berapa kebutuhan untuk hewan itu makan? Kita bersedia membantu,” ujarnya. Ia menilai bantuan pakan harus dipastikan agar satwa tetap sehat dan tidak mengalami kekurangan asupan.

Masalah pakan dianggap krusial karena langsung memengaruhi kondisi fisik satwa. Dalam kasus harimau Benggala, isu perawatan menjadi sorotan publik seiring munculnya kabar kematian dua anak harimau tersebut.

Tawaran tempat penampungan alternatif

Sebelum kasus ini mencuat, Dedi sempat menawarkan opsi agar satwa dititipkan di tempat lain jika pengelolaan di Bandung Zoo tidak berjalan optimal. Ia menyebut siap menampung dan memberi makan satwa setiap hari bila dibutuhkan.

“ Bahkan saya dulu sampai menawarkan, kalau mau dititipkan di tempat saya, titipkan dulu. Saya bikinkan, saya kasih makan tiap hari dengan baik,” katanya. Tawaran itu memperlihatkan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan satwa sudah menjadi bagian dari sikap yang ia tekankan sejak awal.

Langkah awal yang diminta Dedi

Dedi meminta pendataan menyeluruh segera dilakukan di Bandung Zoo. Data yang diminta meliputi jumlah pegawai, status mereka, besaran gaji bulanan, dan kebutuhan daging harian untuk satwa.

  1. Jumlah pegawai yang bekerja di kebun binatang.
  2. Besaran gaji dan status kepegawaian mereka.
  3. Kebutuhan pakan harian untuk setiap satwa.
  4. Kondisi operasional yang memengaruhi perawatan hewan.

Ia menegaskan pendataan itu harus dikerjakan segera supaya pemerintah memperoleh gambaran utuh. Menurutnya, keputusan bantuan tidak bisa dibuat tanpa data yang jelas dan akurat.

“ Ini harus segera dilakukan hari ini,” kata Dedi. Permintaan itu menandakan pemerintah ingin bergerak cepat agar pengelolaan Bandung Zoo bisa segera dibenahi dan satwa yang tersisa mendapat perlindungan yang layak.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: wajahbatamnews.co.id

Berita Terkait

Back to top button