Banyumas Dan Jepara Diprioritaskan Untuk Rusun Subsidi Jateng, Ini Arah Baru Hunian 2026

Dua daerah di Jawa Tengah, Banyumas dan Jepara, masuk daftar prioritas pembangunan rumah susun subsidi pada kesempatan pembahasan program perumahan dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Usulan itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat bertemu Menteri PKP Maruarar Sirait bersama sejumlah bupati se-Jawa Tengah di kantor kementerian, Jakarta.

Luthfi menyebut dua wilayah tersebut sebagai titik awal yang diajukan untuk pengembangan rusun di daerah. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan dukungan teknis agar rencana pembangunan bisa bergerak lebih cepat dan sesuai kebutuhan hunian masyarakat.

Fokus awal pembangunan rusun subsidi

Dalam pertemuan itu, Pemprov Jawa Tengah mendorong agar pembangunan rumah susun tidak hanya terkonsentrasi di kawasan tertentu. Pemerintah daerah ingin agar rusun subsidi juga hadir di wilayah yang dinilai membutuhkan alternatif hunian vertikal, terutama daerah dengan kebutuhan tempat tinggal yang terus berkembang.

Luthfi menegaskan bahwa pengajuan awal dari Jawa Tengah mencakup dua lokasi, yaitu Banyumas dan Jepara. Rencana tersebut masih akan dieksplorasi lebih lanjut pada 2026 sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan perumahan di provinsi itu.

Daftar prioritas yang diajukan Jawa Tengah

Berikut dua wilayah yang masuk usulan awal pembangunan rusun subsidi di Jateng:

  1. Banyumas
  2. Jepara

Usulan ini menjadi bagian dari komunikasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mempercepat penyediaan hunian yang lebih terjangkau. Pemda di dua wilayah tersebut diharapkan ikut menyiapkan lahan dan percepatan perizinan agar tahapan pembangunan bisa segera berjalan.

Dukungan pemda jadi kunci

Pemerintah pusat menempatkan koordinasi dengan daerah sebagai unsur penting dalam pelaksanaan program perumahan. Selain rusun, pembahasan juga mencakup rumah subsidi dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS, yang sama-sama memerlukan dukungan administratif dari pemerintah daerah.

Menurut informasi yang disampaikan dalam pertemuan itu, kesiapan daerah menjadi faktor penentu untuk menggerakkan proyek secara efektif. Penyediaan lahan, sinkronisasi tata ruang, dan percepatan perizinan disebut sebagai langkah yang perlu dijaga agar pembangunan tidak tersendat.

Target besar kuota rumah subsidi di Jateng

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa Jawa Tengah disiapkan menerima sekitar 40.000 unit rumah subsidi pada tahun ini. Angka itu menunjukkan skala besar kebutuhan hunian yang ingin dipenuhi pemerintah di provinsi tersebut.

Ara juga menilai capaian Jawa Tengah cukup baik secara nasional. Ia menyebut Jawa Tengah berada di peringkat dua nasional dalam pelaksanaan program perumahan, meski jumlah penduduknya tercatat sebagai yang ketiga terbesar di Indonesia.

Mengapa dua daerah ini menjadi sorotan

Banyumas dan Jepara muncul sebagai prioritas karena pemerintah daerah melihat kebutuhan hunian yang terus tumbuh di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Dalam konteks perumahan, rusun subsidi bisa menjadi opsi bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal lebih terjangkau di kawasan yang lahan horizontalnya makin terbatas.

Pembangunan rusun juga relevan untuk mendukung penataan kawasan dan efisiensi penggunaan lahan. Jika rencana ini berlanjut, dua daerah tersebut berpeluang menjadi model awal pengembangan hunian vertikal subsidi di Jawa Tengah, sejalan dengan target pemerintah memperluas akses rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button