Daniel Muttaqien Pimpin Golkar Jabar, Jaro Ade Desak Konsolidasi Jelang Pemilu 2029

DPD Partai Golkar Jawa Barat resmi menetapkan Daniel Muttaqien Syaifuddin sebagai Ketua DPD untuk masa bakti 2025–2030. Keputusan itu diambil dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Bandung, dengan pimpinan sidang Hakim Kamaruzaman membacakan penetapan tersebut secara terbuka.

Penetapan ini menjadi penanda dimulainya kepemimpinan baru Golkar Jabar setelah masa kepengurusan sebelumnya berjalan di bawah Ace Hasan Syadzili. Tokoh Golkar Jawa Barat, Ade Ruhandi atau Jaro Ade, meminta seluruh kader segera menyiapkan langkah konsolidasi organisasi dan memperkuat kerja politik untuk menghadapi Pemilu 2029.

Daniel Ditetapkan sebagai Ketua Formatur

Dalam sidang pleno Musda XI, nama Daniel Muttaqien Syaifuddin diumumkan sebagai Ketua Formatur sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat. Keputusan itu menempatkan Daniel pada posisi strategis untuk menyusun arah organisasi dan kepengurusan partai di tingkat provinsi.

Penetapan tersebut juga menandai babak baru bagi Golkar Jabar dalam menata struktur internal. Partai kini dituntut bergerak lebih cepat agar mesin politiknya siap menghadapi agenda politik nasional dan daerah yang kian dekat.

Apresiasi untuk Kepemimpinan Sebelumnya

Jaro Ade menyampaikan apresiasi kepada partai yang telah menyelenggarakan musda dengan tertib dan baik. Ia juga memberi penghargaan kepada Ace Hasan Syadzili yang disebut telah bekerja maksimal selama memimpin Golkar Jawa Barat.

Menurut Jaro Ade, Ace dinilai berhasil membawa Golkar semakin maju di Jawa Barat. Ia juga menyebut aspirasi publik dapat diserap dan diteruskan dengan baik agar menjadi masukan bagi kebijakan pemerintah.

Arah Baru Golkar Jawa Barat

Jaro Ade menegaskan bahwa Golkar Jabar harus tampil lebih dekat dengan masyarakat. Ia menilai partai tidak cukup hanya kuat dalam struktur, tetapi juga harus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas demokrasi di Jawa Barat.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara Golkar dan para pemangku jabatan di daerah. Dalam pandangannya, partai harus mampu bermitra dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tanpa meninggalkan fungsi kontrol politik.

Berikut sejumlah prioritas yang disorot dalam kepemimpinan baru Golkar Jabar:

  1. Menyelesaikan konsolidasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
  2. Menguatkan struktur kader agar organisasi lebih solid.
  3. Menambah perolehan kursi legislatif di semua tingkatan.
  4. Mempersiapkan mesin partai menghadapi Pemilu 2029.
  5. Menjaga peran partai sebagai penyalur aspirasi masyarakat.

Konsolidasi Jadi Agenda Mendesak

Jaro Ade meminta kepengurusan baru segera menuntaskan konsolidasi internal di seluruh daerah. Ia menilai kekuatan partai akan lebih efektif jika wilayah-wilayah sudah tertata rapi dan bergerak dalam satu arah yang sama.

Konsolidasi itu dinilai penting karena Golkar Jabar ingin tampil lebih siap saat kontestasi politik berikutnya tiba. Dengan struktur yang solid, partai diharapkan bisa bekerja lebih cepat untuk memperkuat basis suara dan menambah kursi legislatif.

Momentum Musda XI juga memperlihatkan bahwa Golkar Jabar tengah menyiapkan transisi kepemimpinan yang fokus pada kerja organisasi. Daniel Muttaqien kini memikul tugas besar untuk menjaga soliditas internal sekaligus membawa partai merespons tantangan politik menuju Pemilu 2029.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.jawapos.com

Berita Terkait

Back to top button