Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi membuka Ajang Talenta Jatim 2026 di Airlangga Convention Center, Surabaya, yang menjadi panggung awal bagi ribuan murid terbaik untuk masuk ke jalur prestasi nasional dan internasional. Agenda ini juga memperlihatkan dorongan kuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mempertahankan status sebagai barometer pendidikan nasional.
Pembukaan ajang itu menegaskan target besar Jatim untuk merebut gelar juara umum di berbagai kompetisi prestasi siswa yang digelar pemerintah pusat. Fokusnya mencakup pembinaan murid secara sistematis agar talenta akademik, seni, olahraga, riset, hingga inovasi bisa berkembang sejak dini.
Ajang talenta jadi mesin pembinaan prestasi
Ajang Talenta Jatim 2026 meliputi kompetisi seperti Olimpiade Sains Nasional, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional, Lomba Kompetensi Siswa, Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia, Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia, serta Lomba Debat Indonesia. Keberagaman ajang itu menunjukkan bahwa Pemprov Jatim tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga kemampuan non-akademik yang dibutuhkan dalam persaingan masa depan.
Khofifah menyebut ajang ini bukan sekadar lomba antarsekolah, melainkan bagian dari penguatan ekosistem pendidikan berbasis prestasi. Ia menegaskan bahwa setiap murid berbakat perlu mendapat ruang berkembang agar bisa mencapai level yang lebih tinggi.
“Melalui ajang ini, kita ingin memastikan bahwa setiap talenta terbaik Jatim mendapat ruang untuk berkembang dan berprestasi. Dari sinilah kita membangun generasi emas yang akan membawa Jawa Timur dan Indonesia semakin maju,” kata Khofifah.
Target juara umum di berbagai ajang nasional
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan bahwa target tahun ini adalah meraih juara umum di seluruh ajang nasional yang dilaksanakan kementerian. Optimisme itu muncul setelah dalam dua tahun terakhir Jawa Timur menunjukkan performa yang konsisten di berbagai kompetisi pelajar.
“Tahun 2025 dari tujuh ajang prestasi yang dilaksanakan Kemendikdasmen, empat menjadi juara umum tingkat nasional. Tahun 2026 target kita tujuh ajang prestasi bisa kita raih menjadi juara umum,” ujar Aries.
Pemerintah daerah menilai target tersebut realistis karena ekosistem pembinaan talenta di Jatim sudah berjalan dari tingkat sekolah hingga provinsi. Dukungan langsung Gubernur Khofifah juga disebut menjadi faktor penting dalam menjaga ritme prestasi itu.
Data prestasi Jatim yang menguatkan target
Capaian Jawa Timur di jalur prestasi perguruan tinggi memberi konteks kuat terhadap target juara umum tersebut. Berdasarkan data resmi SNPMB yang dirilis 31 Maret 2026, sebanyak 29.046 siswa Jatim diterima di PTN dari total 108.122 pendaftar melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi.
Jumlah itu menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan siswa terbanyak diterima melalui jalur SNBP secara nasional. Prestasi tersebut juga memperpanjang rekor Jatim selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2026.
Berikut gambaran capaian SNBP dari provinsi besar yang disebut dalam data resmi tersebut:
| Provinsi | Siswa diterima PTN jalur SNBP |
|---|---|
| Jawa Timur | 29.046 |
| Jawa Barat | 18.365 |
| Jawa Tengah | 16.326 |
Khofifah menilai capaian itu tidak lepas dari strategi sekolah dan guru dalam memetakan peluang, tingkat keketatan program studi, serta pemeringkatan siswa. Menurut dia, pendekatan tersebut membuat peluang masuk PTN melalui jalur prestasi semakin terbuka setiap tahun.
KIP-K ikut dorong akses pendidikan
Selain unggul di jalur SNBP, Jawa Timur juga mencatat hasil tinggi pada penerimaan mahasiswa dari keluarga prasejahtera melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Dari 40.213 pendaftar pemegang KIP-K, sebanyak 8.915 siswa Jatim lolos dan angka itu menjadi yang tertinggi secara nasional.
Khofifah menekankan bahwa capaian tersebut penting untuk menjaga akses pendidikan tetap terbuka bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Ia menyebut pemerintah harus memastikan tidak ada anak di Jawa Timur yang terhenti sekolah hanya karena alasan biaya.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Program KIP-K adalah instrumen penting untuk itu,” ujar Khofifah.
Golden ticket dan perhatian untuk guru
Dalam kesempatan yang sama, Aries Agung Paewai mengungkapkan adanya peningkatan jumlah siswa yang memperoleh golden ticket masuk perguruan tinggi negeri. Pada tahun ini, sebanyak 206 murid mendapat golden ticket melalui jalur kementerian dan Pemprov Jawa Timur, belum termasuk jalur Kementerian Agama.
Pemprov Jatim juga memberi perhatian kepada tenaga pendidik sebagai bagian dari ekosistem prestasi. Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, pemerintah meluncurkan program bedah rumah untuk 38 guru dan tenaga kependidikan di berbagai daerah di Jawa Timur.
Selain itu, Pemprov Jatim mengalokasikan Rp100 juta untuk rehabilitasi ruang kelas SMK 1 Ampelgading, Malang, yang roboh sepekan sebelumnya. Langkah ini ditujukan agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan normal dalam waktu satu bulan.
Respons pusat dan peningkatan peserta kompetisi
Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen Maria Veronika mengapresiasi langkah Jawa Timur yang dinilai sejalan dengan kebijakan nasional dalam pengembangan manajemen talenta murid. Ia menyebut Jatim sebagai contoh implementasi nyata dari kebijakan pusat di bidang prestasi siswa.
Maria juga menyampaikan bahwa jumlah peserta dari Jawa Timur pada kompetisi nasional tahun ini meningkat tajam. Seleksi OSN di Jatim tercatat naik 20 persen, sedangkan pendaftar FLS3N dan debat meningkat hingga 36 persen.
Peningkatan itu memperlihatkan bahwa minat siswa untuk bersaing semakin besar dan kompetisi antarwilayah juga makin ketat. “Selamat berkompetisi dan jangan takut berusaha. Saya yakin kalian mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Maria.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Khofifah juga meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru 2026, menyerahkan bantuan biaya pendidikan, serta meresmikan program bedah rumah bagi tenaga pendidik. Rangkaian agenda itu menegaskan bahwa Ajang Talenta Jatim 2026 tidak hanya soal perebutan medali, tetapi juga tentang penguatan kebijakan pendidikan yang langsung menyasar murid, guru, dan akses masa depan mereka.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: radarbangsa.co.id








