Pertamina Patra Niaga mencatat konsumsi BBM di Jawa Timur naik 19 persen selama pelaksanaan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri atau Satgas RAFI. Kenaikan itu terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode 9 Maret hingga 1 April, saat arus mudik dan arus balik berlangsung di berbagai wilayah.
Selain BBM, konsumsi elpiji juga naik 6,2 persen dan avtur meningkat 13 persen dibanding rata-rata konsumsi normal. Pertamina menyebut seluruh pasokan energi tetap terjaga dengan kondisi aman selama masa layanan tersebut.
Lonjakan konsumsi terjadi saat mudik dan balik
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, mengatakan perjalanan masyarakat di Jawa Timur selama masa mudik dan balik berlangsung aman dan lancar. Ia menegaskan kenaikan konsumsi energi mencerminkan tingginya aktivitas masyarakat selama periode RAFI.
Data Pertamina menunjukkan lonjakan tidak hanya terjadi pada BBM, tetapi juga pada kebutuhan energi lain yang mendukung aktivitas rumah tangga dan transportasi udara. Kondisi itu mendorong perusahaan memperkuat kesiapan distribusi di seluruh rantai pasok wilayah Jatim.
Stok energi disebut aman
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan stok BBM, elpiji, dan avtur selama Satgas berada dalam kondisi aman. Ketahanan stok bervariasi antara 8 hingga 15 hari, tergantung produk dan wilayah layanan.
Pertamina juga memastikan distribusi energi tetap berjalan melalui pengawasan operasional di sejumlah fasilitas utama. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meski terjadi peningkatan permintaan pada puncak arus mudik.
Infrastruktur distribusi disiagakan
Selama Satgas RAFI, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengoperasikan infrastruktur distribusi di Jawa Timur dengan skala besar. Fasilitas yang disiagakan meliputi enam Terminal BBM, 1016 SPBU, 33 SPBUN, 969 Agen LPG, dan enam Aviation Fuel Terminal.
- Enam Terminal BBM terdiri dari Fuel dan Integrated Terminal.
- 1016 SPBU disiagakan untuk melayani pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.
- 33 SPBUN disiapkan untuk kebutuhan energi di sektor kelautan.
- 969 Agen LPG menjaga pasokan elpiji ke masyarakat.
- Enam Aviation Fuel Terminal mendukung kebutuhan bahan bakar penerbangan.
Kesiapan infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya Pertamina menjaga pasokan energi tetap tersedia di tengah peningkatan konsumsi selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
Layanan tambahan untuk pemudik
Untuk memberi kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan, Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan Serambi MyPertamina. Layanan tambahan ini disiapkan sebagai titik singgah pemudik agar dapat beristirahat sekaligus memperoleh dukungan layanan tertentu selama perjalanan.
Ahad menyampaikan hasil evaluasi Satgas Ramadan dan Idul Fitri akan menjadi dasar penyempurnaan strategi distribusi energi ke depan. Pertamina menargetkan keandalan layanan terus meningkat, terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan lonjakan konsumsi yang tinggi.
Pertamina menegaskan penguatan distribusi akan terus dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat di Jawa Timur tetap terpenuhi, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi dan permintaan yang cenderung meningkat signifikan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.antaranews.com








