Pemprov Jateng Gandeng Lintas Pihak, Solusi Permanen Banjir Demak Disiapkan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan penanganan permanen untuk banjir yang kembali melanda Kabupaten Demak. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menegaskan, solusi yang disiapkan tidak hanya menyentuh fase darurat, tetapi juga pemulihan rumah warga dan pencegahan agar banjir tidak berulang.

Penanganan itu dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, Pemprov Jateng, Pemerintah Pusat, hingga lembaga sosial dan relawan. Taj Yasin mengatakan seluruh kebutuhan lapangan sudah diasesmen dan kini dipetakan lebih rinci agar langkah perbaikannya lebih tepat sasaran.

Kolaborasi untuk Perbaikan Rumah dan Infrastruktur

Taj Yasin menyampaikan, percepatan pemulihan rumah warga menjadi salah satu fokus utama setelah banjir merusak permukiman di Demak. Selain tanggul dan aliran sungai, pemerintah juga menyiapkan bantuan untuk rumah yang terdampak agar warga bisa segera kembali beraktivitas.

Ia menegaskan penanganan banjir tidak bisa dilakukan sendirian karena masalahnya berkaitan dengan banyak sektor. Karena itu, sinergi antarinstansi dan dukungan lembaga sosial dibutuhkan agar perbaikan berjalan lebih cepat dan tidak berhenti pada penanganan sesaat.

Sumber Bantuan yang Dikerahkan

Pemprov Jateng menggandeng sejumlah pihak untuk mendukung proses pemulihan. Bantuan berasal dari Pemprov Jateng, Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Demak, Baznas, dan PMI, sementara tenaga perbaikan juga akan melibatkan relawan organisasi kemasyarakatan.

Berikut pihak yang terlibat dalam penanganan:

  1. Pemprov Jawa Tengah
  2. Pemerintah Pusat
  3. Pemerintah Kabupaten Demak
  4. Baznas
  5. PMI Jateng
  6. Relawan dari organisasi kemasyarakatan, termasuk Banser

Taj Yasin menyebut sudah berkomunikasi dengan Ansor agar Banser dari tingkat provinsi dan kabupaten ikut membantu tenaga perbaikan rumah warga.

Bantuan Mulai Masuk ke Warga Terdampak

Di lokasi terdampak, bantuan mulai disalurkan kepada warga yang rumahnya rusak akibat banjir. Bantuan itu meliputi perbaikan 7 unit Rumah Tidak Layak Huni, 127 paket sembako dari Baznas Jateng, serta bantuan senilai Rp10.065.500 dari PMI Jateng.

Warga merasakan kondisi mulai membaik setelah banjir surut. Ma’arif, salah satu warga terdampak, mengatakan bantuan berupa makanan, listrik, air bersih, dan pembersihan lumpur sudah mulai diterima di wilayahnya.

Meski demikian, kerusakan yang ditinggalkan banjir cukup besar. Rumah milik Ma’arif mengalami kerusakan sekitar 40 persen, sedangkan rumah orang tuanya hanyut tersapu arus.

Dampak Banjir Masih Dirasakan Warga

Banjir di Demak dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo. Tanggul dilaporkan jebol di tiga titik, lalu air meluap ke permukiman di sembilan desa di empat kecamatan.

Sebanyak 5.148 orang terdampak dalam peristiwa itu, dan 2.867 jiwa sempat mengungsi. Hingga kini, jumlah pengungsi tersisa 12 jiwa di Madin Sindon, sementara sebagian wilayah lain mulai surut.

Namun satu titik tanggul yang belum sepenuhnya tertutup sempat kembali melimpas dan menggenangi Dukuh Solondoko. Kondisi itu membuat perbaikan darurat kembali dilakukan untuk mencegah kenaikan air susulan.

Data Terdampak Banjir Demak

Keterangan Data
Wilayah terdampak 9 desa
Kecamatan terdampak 4 kecamatan
Warga terdampak 5.148 orang
Pengungsi sempat tercatat 2.867 jiwa
Pengungsi tersisa 12 jiwa
Titik tanggul jebol 3 lokasi

Fokus ke Pencegahan Jangka Panjang

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan tidak ingin banjir seperti ini terus berulang di Demak. Karena itu, pembenahan sistem pengendalian banjir akan dibahas bersamaan dengan rehabilitasi rumah warga agar penanganannya lebih menyeluruh.

Taj Yasin menekankan bahwa target utama bukan hanya mengeringkan genangan atau memperbaiki rumah, tetapi memastikan wilayah rawan memiliki perlindungan yang lebih kuat ke depan. Dengan langkah lintas pihak, pemerintah berharap pemulihan warga berjalan cepat dan ancaman banjir di Demak bisa ditekan secara permanen.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: halosemarang.id
Exit mobile version