Bupati Kendal Sidak Kandang Kambing, Cek Kesiapan Hewan Kurban Menjelang Iduladha

Menjelang Hari Raya Iduladha, Pemerintah Kabupaten Kendal mulai memperketat pemantauan terhadap kesiapan hewan kurban di sejumlah peternakan kambing dan domba. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ternak yang dipasarkan ke masyarakat dalam kondisi sehat, layak, dan memenuhi ketentuan syariat.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, meninjau peternakan Bumi Ijo di Desa Truko, Kecamatan Kangkung, pada Selasa (7/4/2026). Dalam sidak tersebut, bupati memeriksa langsung kondisi hewan, stok ternak, dan kesiapan peternak menghadapi lonjakan permintaan kurban.

Pemeriksaan kesehatan hewan jadi fokus utama

Bupati Dyah menegaskan bahwa pengawasan menjelang Iduladha tidak hanya soal jumlah ternak, tetapi juga kualitas kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan rutin dinilai penting agar masyarakat memperoleh hewan yang aman dikurbankan dan sesuai standar.

“Hari ini kami melakukan monitoring ke peternakan-peternakan. Karena mendekati Hari Raya Iduladha ini permintaan hewan kurban melonjak. Harapan kita masing-masing peternakan di Kendal ini ada kesiapan hewan kurbannya,” ujar Dyah Kartika Permanasari.

Ia juga meminta peternak memperkuat manajemen pemeliharaan, mulai dari pakan, kebersihan kandang, hingga kontrol kesehatan hewan. Menurutnya, perawatan yang baik akan menjaga kondisi ternak tetap prima sampai hari penjualan kurban.

Dorong pemenuhan syarat syar’i dan kesehatan

Dalam kunjungan itu, Bupati Kendal menekankan bahwa hewan kurban harus memenuhi dua aspek sekaligus, yakni syarat agama dan aspek kesehatan. Pengawasan rutin disebut menjadi cara paling efektif untuk memastikan tidak ada hewan yang dijual dalam kondisi tidak layak.

“Dengan kontrol kesehatan secara rutin pada setiap hewan kurban, maka dapat dipastikan hewan tersebut memenuhi syarat baik secara syar’i maupun dari sisi kesehatan,” tegasnya.

Pemerintah daerah juga menilai pemeriksaan semacam ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pasokan hewan kurban asal Kendal. Karena itu, peternak didorong aktif melaporkan kondisi ternak dan mengikuti arahan teknis dari dinas terkait.

NKV disebut jadi penanda standar higiene

Selain kesehatan hewan, Bupati Kendal juga menyoroti pentingnya Nomor Kontrol Veteriner atau NKV bagi unit usaha peternakan. Sertifikat ini menjadi salah satu indikator bahwa peternakan telah memenuhi standar higiene dan sanitasi untuk produk hewan.

“NKV menjadi bukti bahwa unit usaha telah memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi sehingga keamanan produk hewan seperti daging, susu, telur, dan olahannya dapat terjamin,” imbuh Dyah.

Berikut hal yang menjadi perhatian dalam sidak peternakan tersebut:

  1. Kondisi kesehatan kambing dan domba.
  2. Ketersediaan stok hewan kurban menjelang Iduladha.
  3. Kebersihan kandang dan manajemen pakan.
  4. Pemeriksaan rutin oleh peternak dan petugas terkait.
  5. Kepemilikan atau pemenuhan standar NKV.

Peternak sambut positif kunjungan bupati

Pengelola peternakan Bumi Ijo, Imanuddin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan langsung Bupati Kendal ke lokasi peternakan. Kehadiran pemerintah daerah dinilai memberi perhatian nyata terhadap kesiapan peternak menghadapi musim permintaan kurban.

Kunjungan ini juga menunjukkan bahwa pengawasan hewan kurban di Kendal dilakukan lebih awal agar distribusi ternak ke masyarakat bisa berjalan lancar. Dengan pemantauan lapangan, pemerintah ingin memastikan kualitas hewan tetap terjaga hingga mendekati Iduladha dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dari peternakan yang memenuhi standar.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: puskapik.com

Berita Terkait

Back to top button