Pemprov Jawa Tengah menggalakkan imunisasi dan deteksi dini untuk menekan penyebaran campak setelah jumlah suspek di wilayah itu mencapai 2.188 kasus sejak awal tahun hingga 7 April. Upaya ini dilakukan karena kasus tersebar di sejumlah daerah dan berpotensi meluas bila pencegahan tidak diperkuat.
Dinas Kesehatan Jawa Tengah mencatat sebaran suspek campak tertinggi berada di Kabupaten Kudus dengan 501 kasus, disusul Brebes 202 kasus, Cilacap 119 kasus, Pati 72 kasus, dan Klaten 54 kasus. Dari total temuan tersebut, pemeriksaan laboratorium menunjukkan 144 kasus positif campak dan 18 kasus positif rubella.
Deteksi dini diperkuat di daerah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan campak menjadi salah satu prioritas bersama pemerintah kabupaten dan kota. Ia menyampaikan hal itu saat meninjau imunisasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, untuk memastikan vaksinasi dan penelusuran kasus berjalan lebih cepat.
“Beberapa kabupaten/kota sudah kita lakukan deteksi dini,” kata Luthfi dalam siaran pers yang dirilis Rabu. Pemerintah provinsi juga mendorong pelaksanaan imunisasi secara serentak bersama dinas kesehatan daerah agar penularan tidak semakin meluas.
Daerah dengan temuan positif tertinggi
Berdasarkan data laboratorium, kasus positif campak paling banyak ditemukan di Kabupaten Cilacap dengan 21 kasus. Setelah itu, Banyumas dan Pati masing-masing mencatat 20 kasus, sementara Klaten mendeteksi 6 kasus campak dan 1 kasus rubella.
- Kudus: 501 suspek
- Brebes: 202 suspek
- Cilacap: 119 suspek
- Pati: 72 suspek
- Klaten: 54 suspek
Data itu menunjukkan penanganan tidak bisa hanya bertumpu pada satu wilayah, karena temuan kasus muncul di berbagai kabupaten. Pemerintah daerah diminta menjaga kewaspadaan, terutama di wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi dan cakupan imunisasi yang belum merata.
Pemprov Jateng dorong vaksinasi hingga desa
Luthfi meminta orang tua segera melengkapi vaksin anak dan tidak menunda pemeriksaan bila muncul gejala yang mengarah ke campak. Ia menyebut tanda seperti ruam merah dan demam perlu segera diperiksa ke dokter atau puskesmas terdekat agar penanganan bisa dilakukan lebih awal.
“Pencegahan harus masif dan harus punya pola hidup sehat dan makanan yang bergizi,” ujar Luthfi. Pemprov Jateng juga akan mengintegrasikan akselerasi imunisasi campak dengan program dokter spesialis keliling atau Speling serta Cek Kesehatan Gratis yang sudah menjangkau desa-desa.
Gejala dan pencegahan perlu diwaspadai
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Heri Purnomo, mengatakan suspek campak paling banyak muncul pada anak-anak. Namun, orang dewasa dengan daya tahan tubuh rendah juga tetap berisiko tertular.
Heri menekankan imunisasi sebagai langkah paling penting untuk mencegah penularan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar memakai masker saat sakit, melakukan isolasi, menjaga jarak, serta memperbaiki pola makan untuk mendukung daya tahan tubuh.
Langkah yang diminta saat gejala muncul
- Segera periksa ke puskesmas atau dokter bila muncul demam dan ruam merah.
- Lengkapi imunisasi anak sesuai jadwal.
- Gunakan masker saat sakit untuk mengurangi risiko penularan.
- Lakukan isolasi dan jaga jarak bila ada gejala.
- Terapkan pola hidup bersih dengan makanan bergizi.
Sejumlah warga menyambut baik layanan imunisasi campak yang digelar pemerintah karena dinilai membantu memperluas perlindungan bagi anak. Kiki Kumala, salah satu warga yang membawa anaknya imunisasi di Klaten Tengah, mengatakan program itu penting karena diberikan secara gratis dan membantu orang tua menjaga kesehatan anak sejak dini.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: news.detik.com








