Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menegaskan partainya menaruh perhatian besar pada Jawa Barat menjelang Pemilu 2029. PKB menargetkan penguatan kursi legislatif sekaligus memperluas peluang kemenangan di level eksekutif setelah mencatat hasil positif pada pemilu sebelumnya.
Jazilul menyampaikan pesan itu saat membuka Muscab DPC PKB Kabupaten Bandung di Hotel SunShine, Soreang, Rabu. Ia menyebut Kabupaten Bandung sebagai wilayah strategis berstatus “Grade A” karena struktur kepengurusannya dinilai paling solid dibanding daerah lain.
Fokus PKB di Jawa Barat
Menurut Jazilul, capaian PKB di Jawa Barat pada pemilu legislatif terakhir sudah menempatkan partai itu di jajaran tiga besar. Modal tersebut kini dipakai untuk mendorong lompatan yang lebih besar, baik dalam perolehan kursi DPRD maupun peningkatan pengaruh politik di daerah.
Ia juga menyinggung optimisme partai untuk menjadikan Jawa Barat sebagai basis utama. Dalam pandangannya, kenaikan elektabilitas pada pemilu legislatif dan pemilihan presiden sebelumnya memberi sinyal bahwa ruang pertumbuhan PKB di provinsi itu masih terbuka lebar.
Target kursi dan kerja struktur
Jazilul secara terbuka meminta penguatan perolehan kursi di tingkat kabupaten. Ia menargetkan kursi PKB di daerah itu naik dari 12 menjadi 14 kursi, dengan mengandalkan kerja struktur partai hingga tingkat bawah.
Berikut poin target yang disorot dalam arahannya:
- Menguatkan basis suara di Kabupaten Bandung.
- Menambah kursi legislatif dari 12 menjadi 14.
- Mendorong konsolidasi pengurus di seluruh Jawa Barat.
- Menjaga momentum elektoral menuju Pemilu 2029.
Ia menilai struktur yang rapi menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing partai di tengah persaingan politik yang makin ketat.
Kader diminta turun ke akar rumput
Selain bicara soal target politik, Jazilul menekankan pentingnya kerja kader di akar rumput. Ia meminta kader PKB tidak sekadar hadir dalam struktur, tetapi benar-benar membaca kebutuhan warga dan memberi solusi yang praktis.
Jazilul menegaskan bahwa kader yang ingin maju ke jabatan eksekutif harus memahami tata kelola pemerintahan dari level ranting sampai kepala daerah. Pesan itu, menurut dia, sejalan dengan dorongan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar agar kader terus “naik kelas”.
Ia juga menilai kualitas pemimpin tidak cukup ditentukan oleh popularitas. PKB, kata dia, ingin melahirkan kader yang punya integritas, kecakapan teknis, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.
Dorongan memperkuat kualitas kader
Dalam arahannya, Jazilul mengingatkan bahwa partai harus memberi ruang belajar bagi kader. PKB, menurut dia, perlu memperkuat bekal politik dan ekonomi agar kader mampu tampil sebagai pemimpin yang tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga matang secara kapasitas.
Ia menyebut pendidikan formal memang bukan satu-satunya syarat menjadi pemimpin. Namun, seorang tokoh politik tetap harus menjaga karakter terpelajar agar tidak tergantung pada kepentingan jangka pendek dan praktik politik transaksional.
Pesan politik PKB untuk kader
Jazilul juga menyinggung sejarah panjang PKB di politik nasional. Ia menyebut partai itu memiliki rekam jejak yang jelas dan tetap berpegang pada komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam konteks konsolidasi ke depan, pesan yang disampaikan ke kader di Jawa Barat mencakup beberapa hal utama berikut:
- Memperkuat koordinasi struktural dari ranting hingga daerah.
- Menjaga komunikasi dengan pemilih di tingkat basis.
- Meningkatkan kapasitas kader agar siap maju di eksekutif.
- Menghindari ketergantungan pada praktik makelar politik.
Langkah itu diproyeksikan menjadi fondasi agar PKB bisa mempertahankan posisi kuat di Jawa Barat sekaligus memperluas pengaruhnya dalam kontestasi politik berikutnya. Dengan konsolidasi yang lebih rapat dan kerja akar rumput yang diperkuat, PKB ingin memastikan target di Jawa Barat tidak berhenti pada capaian elektoral, tetapi berlanjut menjadi daya tawar politik yang lebih besar di tingkat daerah.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: bandung.kompas.com