Warga Sidoarjo memadati Pasar Murah ke-59 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di halaman Kantor Desa Sedatiagung. Kegiatan ini menarik perhatian karena menawarkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasar, sehingga langsung diserbu masyarakat sejak dibuka.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan yang terus dijalankan Pemprov Jatim. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir meninjau langsung pelaksanaan pasar murah yang juga melibatkan barang pangan strategis dan produk industri kecil menengah atau IKM.
Harga Kebutuhan Pokok Lebih Terjangkau
Antusiasme warga terlihat karena banyak komoditas dijual dengan harga subsidi. Beras SPHP dilepas Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Selain itu, bawang putih dijual Rp6.000 per 250 gram dan bawang merah Rp7.000 per 250 gram. Harga tersebut menjadi daya tarik utama bagi warga yang ingin memenuhi kebutuhan harian dengan biaya lebih ringan di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
Stok Pangan Disalurkan Bulog Jawa Timur
Bulog Jawa Timur menyalurkan 10 ton beras SPHP, 500 kilogram beras premium, dan 360 bungkus Minyakita untuk mendukung kegiatan ini. Seluruh komoditas dijual di bawah harga pasar agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Skema subsidi membuat selisih harga terasa signifikan bagi pembeli. Badan Pangan Nasional menyebut kebijakan tersebut mampu menekan harga hingga Rp2.000 dari harga acuan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Pasar murah ini berjalan melalui kolaborasi lintas sektor yang dipimpin Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur. Kegiatan tersebut juga didukung Dinas Peternakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Bulog, serta Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur.
Keterlibatan banyak instansi membuat distribusi barang lebih tertata dan pilihan produk lebih beragam. Sejumlah pelaku IKM ikut dilibatkan agar program ini tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal.
Apresiasi Badan Pangan Nasional
Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Brigjen Pol Hermawan, menilai langkah Pemprov Jatim patut diapresiasi. Ia menyebut kreativitas pemerintah daerah dalam memberi subsidi sangat membantu masyarakat dan memberi dampak positif bagi pelaku UMKM.
Pernyataan itu menegaskan bahwa pasar murah bukan sekadar agenda distribusi pangan murah. Program ini juga berfungsi sebagai instrumen stabilisasi harga yang langsung menyentuh kebutuhan warga di tingkat desa.
Daftar Harga Komoditas di Pasar Murah Sedatiagung
- Beras SPHP: Rp11.000 per kilogram
- Minyakita: Rp13.000 per liter
- Gula pasir: Rp14.000 per kilogram
- Tepung terigu: Rp10.000 per kilogram
- Bawang putih: Rp6.000 per 250 gram
- Bawang merah: Rp7.000 per 250 gram
Kehadiran pasar murah ke-59 di Sidoarjo menunjukkan strategi Pemprov Jatim dalam menjaga keterjangkauan pangan masih terus diperluas ke berbagai wilayah. Warga pun memanfaatkan momentum ini untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih aman di tengah kondisi pasar yang masih bergerak dinamis.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: kominfo.jatimprov.go.id








