KPH Banyumas Barat menerima kunjungan kerja Wakil Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Tengah untuk membahas percepatan produksi getah pinus. Agenda ini menempatkan peningkatan hasil sadapan sebagai fokus utama, karena getah pinus masih menjadi salah satu penopang penting pendapatan perusahaan.
Kunjungan tersebut juga menjadi forum pembinaan dan evaluasi kinerja lapangan. Di dalamnya, jajaran Perhutani membahas penguatan pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu atau HHBK agar target produksi dapat tercapai lebih optimal.
Fokus pada teknik sadapan dan pengawasan lapangan
Dalam arahannya, Wakadivre Perhutani Jawa Tengah menekankan bahwa produksi getah pinus tidak hanya bergantung pada potensi tegakan. Efektivitasnya, kata dia, sangat ditentukan oleh sinergi kerja dan ketepatan teknik sadapan yang diterapkan di tingkat BKPH.
Ia juga menyoroti pentingnya dorongan moral bagi para pekerja di lapangan. Menurutnya, standar kerja yang benar harus berjalan seiring dengan pembinaan berkelanjutan agar hasil produksi tetap stabil dan terjaga kualitasnya.
Arahan untuk jajaran KPH Banyumas Barat
Administratur KKPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, meminta seluruh satuan kerja untuk lebih peka terhadap kondisi lapangan. Ia menegaskan bahwa pengawasan yang cermat menjadi kunci agar setiap proses sadapan berjalan sesuai prosedur.
Eka juga mengingatkan jajaran agar aktif memastikan target yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan dapat tercapai maksimal. Menurutnya, respons cepat terhadap persoalan teknis di lapangan akan membantu menjaga konsistensi produksi.
Poin penting pembinaan yang disorot Perhutani
- Penguatan teknik sadapan getah pinus sesuai standar baku.
- Peningkatan koordinasi antara satker di tingkat BKPH.
- Pengawasan lapangan yang lebih ketat dan responsif.
- Dorongan motivasi bagi pekerja agar kinerja tetap terjaga.
- Fokus pada pencapaian target RKAP secara optimal.
Getah pinus sebagai sumber pendapatan strategis
Getah pinus termasuk HHBK yang memiliki peran strategis dalam struktur pendapatan Perhutani. Karena itu, evaluasi produksi menjadi penting untuk menjaga kontribusi KPH terhadap kinerja perusahaan di wilayah Jawa Tengah.
Perhutani menilai pembinaan semacam ini dapat memperkuat disiplin kerja dan meningkatkan efektivitas operasional. Dengan pola kerja yang lebih tertib, produksi getah pinus di KPH Banyumas Barat diharapkan terus naik dan memberi kontribusi lebih besar bagi kinerja regional.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: kicaunews.com








