Rakernas PB Muaythai Indonesia 2026 Dorong Perubahan AD/ART, Otoritas Organisasi Dipertaruhkan

Rakernas Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) di Hotel Bidakara, Jakarta, mendorong perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Forum yang berlangsung pada Jumat, 10 April itu juga menyetujui langkah lanjutan berupa Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dengan agenda tunggal revisi AD/ART.

Ketua Umum PB Muaythai Indonesia AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memimpin langsung rapat tersebut. Ia menyebut forum tertinggi organisasi memiliki kewenangan untuk meminta Munaslub, lalu menetapkan perubahan aturan dasar melalui mekanisme yang sah.

Dorongan revisi aturan organisasi

Sejumlah peserta Rakernas menyoroti isi AD/ART yang dinilai masih memberi ruang kewenangan terpusat kepada satu orang pendiri yang namanya tercantum dalam dokumen organisasi. Dari pembahasan itu, peserta sepakat bahwa perubahan aturan menjadi kebutuhan agar tata kelola organisasi lebih jelas.

LaNyalla menegaskan permintaan perubahan itu berjalan sesuai ketentuan organisasi. Ia juga meminta Sekretaris Jenderal PB MI menyiapkan Munaslub dengan agenda tunggal perubahan AD/ART.

“AD/ART memberikan hak kepada peserta Rakernas untuk meminta Musyawarah Nasional Luar Biasa dengan agenda perubahan AD/ART, sehingga saya sebagai pimpinan Rakernas menerima permintaan tersebut,” kata LaNyalla.

Dinamika organisasi ikut dibahas

Rakernas yang dihadiri 33 pengurus provinsi, baik ketua definitif maupun ketua pelaksana tugas, juga membahas dinamika internal organisasi. Dalam forum itu, PB MI menanggapi tuduhan adanya pelanggaran AD/ART yang diarahkan kepada kepengurusan masa bakti 2022-2026.

LaNyalla menyebut hasil rapat pleno tidak menemukan pelanggaran sebagaimana yang dituduhkan. Ia menilai tuduhan itu tidak berdasar dan merugikan nama baik organisasi.

“Tidak ditemukan adanya pelanggaran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagaimana yang didalilkan,” ujarnya.

Catatan kinerja dan langkah organisasi

Di tengah pembahasan internal, PB MI juga menekankan capaian prestasi yang sudah diraih. LaNyalla menyebut muaythai Indonesia tetap aktif di ajang internasional, termasuk SEA Games di Thailand, dengan raihan lima medali dari enam atlet yang diturunkan.

Berikut poin utama hasil Rakernas yang mengemuka dalam forum tersebut:

  1. Peserta sepakat mendorong perubahan AD/ART PB Muaythai Indonesia.
  2. Rakernas meminta Munaslub dengan agenda tunggal revisi AD/ART.
  3. PB MI menegaskan tidak ada pelanggaran AD/ART dalam hasil rapat pleno.
  4. Organisasi tetap menjalankan program kerja dan pembinaan atlet.
  5. Pengurus provinsi, termasuk yang berstatus Plt, tetap wajib menjalankan program organisasi.

LaNyalla juga menyampaikan bahwa pembekuan terhadap pengurus provinsi yang mengajukan mosi tidak percaya dilakukan karena langkah itu dinilai bertentangan dengan ketentuan organisasi. PB MI kemudian menunjuk pelaksana tugas untuk menjaga roda organisasi di daerah tetap berjalan.

Sekretaris Jenderal PB MI Azwan Karim menambahkan bahwa program kerja 2026 tetap menjadi kelanjutan dari rencana sebelumnya. Ia menegaskan seluruh pengurus provinsi, termasuk yang dipimpin Plt, memiliki kewajiban yang sama untuk menjalankan program organisasi secara konsisten.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: konijawatimur.co

Berita Terkait

Back to top button