PPRT Batang Naik Kelas, Diproyeksikan Jadi Model RT Jawa Tengah

Kabupaten Batang didorong menjadi percontohan penguatan Perkumpulan Pengurus Rukun Tetangga (PPRT) di Jawa Tengah setelah peran RT dinilai semakin penting dalam menjaga ketertiban sekaligus menopang pembangunan dari tingkat paling bawah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa arah pembangunan daerah harus dimulai dari lingkungan RT karena struktur ini paling dekat dengan warga dan paling cepat membaca persoalan sosial di lapangan.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Ziarah Kebangsaan PPRT Kabupaten Batang dalam rangka HUT ke-60 Kabupaten Batang di Kompleks Makam Sunan Kajoran, Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal. Dalam forum tersebut, Ahmad Luthfi menekankan bahwa sekitar 204 ribu RT di Jawa Tengah memiliki tanggung jawab besar untuk mengenali kondisi warga, menjaga keamanan, dan memastikan ketentraman lingkungan.

RT Jadi Ujung Tombak Pembangunan

Ahmad Luthfi menyebut RT bukan hanya perangkat sosial di lingkungan tempat tinggal, tetapi juga bagian penting dari sistem pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, ia mendorong agar kapasitas pengurus RT terus diperkuat melalui pendidikan dan pelatihan yang terarah.

Ia menilai soliditas RT akan sangat menentukan kualitas ketertiban sosial di daerah. Pemerintah provinsi, kata dia, ingin melihat PPRT Batang tumbuh sebagai model organisasi yang kuat, profesional, dan layak dicontoh daerah lain.

“Saya ingin Batang jadi role model. Tapi syaratnya PPRT-nya harus jadi yang terbaik. Nanti kita bantu gaungkan secara nasional,” ujar Ahmad Luthfi.

PPRT Batang Dinilai Paling Tertata

Dorongan menjadikan Batang sebagai percontohan juga didasarkan pada posisi PPRT Kabupaten Batang yang disebut sebagai satu-satunya organisasi RT yang terstruktur dan berkembang pesat, baik di tingkat Jawa Tengah maupun nasional sejak berdiri pada 2017. Penguatan organisasi ini dinilai penting karena RT berperan langsung dalam menyampaikan informasi, menjaga keharmonisan, dan merespons dinamika warga.

Ketua Dewan Pendiri PPRT Kabupaten Batang, Zainal Muttaqin, mengatakan pihaknya rutin menggelar ziarah kebangsaan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan penguatan nilai kebangsaan. Ia juga menilai pengurus RT perlu terus dibina agar memahami fungsi dan tugasnya secara lebih utuh.

“RT ini bekerja dengan ikhlas, seperti wali bagi masyarakat. Kami berharap ada pembinaan dan pelatihan agar para pengurus semakin memahami tugas dan fungsinya,” kata Zainal Muttaqin.

Komitmen Pemerintah Daerah untuk Kesejahteraan RT

Bupati Batang M Faiz Kurniawan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan pengurus RT. Namun, ia menegaskan bahwa langkah itu memerlukan penguatan fiskal daerah agar ruang anggaran semakin luas dan program yang disiapkan bisa berjalan optimal.

Faiz menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan asli daerah menjadi salah satu kunci, terutama melalui penguatan investasi di sektor strategis seperti pariwisata dan perhotelan. Ia menilai pertumbuhan ekonomi daerah akan membuka peluang lebih besar bagi peningkatan dukungan bagi RT.

Fokus Kebijakan Arah Penguatan
Kesejahteraan RT Bergantung pada fiskal daerah yang lebih kuat
PAD Didorong naik melalui investasi strategis
Sektor prioritas Pariwisata dan perhotelan
Dampak yang diharapkan Dukungan lebih besar bagi peran RT

“Kita jaga keguyuban agar Batang semakin berkembang. Kalau fiskal kuat, kesejahteraan RT juga bisa kita tingkatkan,” ujar Faiz.

Peran RT dalam Menjaga Harmoni Sosial

Selain soal pembangunan dan kesejahteraan, RT juga diminta berperan aktif membantu masyarakat menyaring informasi di media sosial. Pemerintah daerah menilai arus informasi yang cepat membutuhkan peran pengurus RT sebagai penghubung yang menenangkan warga dan menyampaikan informasi yang benar.

Di tengah perkembangan digital, posisi RT makin relevan karena sering menjadi rujukan pertama ketika terjadi persoalan di lingkungan. Fungsi ini membuat RT tidak hanya identik dengan urusan administrasi, tetapi juga menjadi penjaga harmoni sosial, penguat gotong royong, dan penghubung antara warga dengan pemerintah.

Penguatan PPRT Batang dipandang sejalan dengan kebutuhan pembangunan yang lebih partisipatif. Dengan RT yang solid, pemerintah berharap program pembangunan bisa lebih tepat sasaran, lebih cepat diterima warga, dan lebih mudah dijalankan secara berkelanjutan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatengpos.co.id
Exit mobile version