Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong Perkumpulan Pengurus Rukun Tetangga atau PPRT Batang menjadi model percontohan bagi kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah. Dorongan itu muncul karena organisasi RT di Batang dinilai punya peran kuat dalam memperkuat pelayanan warga, ketertiban lingkungan, dan komunikasi pembangunan dari tingkat paling bawah.
Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri Ziarah Kebangsaan PPRT Kabupaten Batang di Kompleks Makam Sunan Kajoran, Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, saat peringatan HUT ke-60 Kabupaten Batang. Dalam kegiatan itu, Luthfi menilai penguatan RT menjadi langkah penting karena pembangunan daerah selalu dimulai dari lingkup paling dekat dengan masyarakat.
RT Disebut Garda Terdepan Pembangunan
Luthfi menegaskan bahwa ketua RT punya peran vital dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat warga. Ia menyebut RT menjadi jalur awal penyampaian informasi, penjaga keamanan lingkungan, sekaligus penghubung antara pemerintah dan masyarakat.
“Pembangunan kita berangkat dari RT. Salah satu syarat utama adalah jaminan keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Ia juga menyebut jumlah RT di Jawa Tengah mencapai sekitar 204 ribu unit. Jumlah itu, menurut dia, menunjukkan betapa strategisnya peran RT sebagai garda terdepan pembangunan berbasis masyarakat.
PPRT Batang Dinilai Punya Nilai Percontohan
PPRT Batang disebut istimewa karena menjadi satu-satunya organisasi RT di Jawa Tengah, bahkan di tingkat nasional. Organisasi ini berdiri sejak 7 Juli 2017 dan kini telah memiliki anggota ribuan, dengan cakupan hampir seluruh RT di desa-desa Kabupaten Batang.
Berikut sejumlah alasan PPRT Batang dinilai layak direplikasi:
- Memiliki organisasi yang terstruktur dan aktif di tingkat akar rumput.
- Mendorong soliditas antar-RT dalam menjaga ketertiban warga.
- Menjadi wadah koordinasi dan peningkatan kapasitas pengurus RT.
- Mendukung komunikasi yang lebih cepat antara warga dan pemerintah daerah.
Menurut Luthfi, keberadaan organisasi seperti PPRT dapat membantu memperkuat tata kelola sosial di tingkat lokal jika didukung pelatihan yang tepat.
Pemprov Siapkan Pelatihan untuk Ketua RT
Untuk menjadikan Batang sebagai role model, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para ketua RT. Langkah ini ditujukan agar pengurus RT bisa bekerja lebih profesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
Pendekatan itu dinilai penting karena tantangan di tingkat lingkungan kini makin kompleks, mulai dari persoalan informasi warga, keamanan, hingga kebutuhan koordinasi sosial yang cepat dan akurat. Dengan kapasitas yang lebih baik, RT diharapkan mampu menjadi penghubung yang efektif antara masyarakat dan pemerintah.
Ziarah Kebangsaan Jadi Ruang Refleksi
Dewan Pendiri PPRT Batang, Zainal Muttaqin, mengatakan bahwa ziarah kebangsaan rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan. Kegiatan itu juga menjadi ruang refleksi atas perjuangan leluhur yang diwariskan kepada generasi sekarang.
Ia berharap para pengurus RT mendapat bimbingan dan pelatihan yang memadai agar memahami tugas pokok serta fungsi mereka secara lebih baik. Menurutnya, penguatan kapasitas RT akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan sosial di tingkat desa dan kelurahan.
Fokus Batang Perkuat Kesejahteraan RT
Bupati Batang M Faiz Kurniawan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan para pengurus RT. Ia menyampaikan bahwa kemandirian fiskal daerah menjadi kunci agar dukungan kepada unsur masyarakat seperti RT bisa terus diperkuat.
Faiz menyebut peningkatan investasi, terutama di sektor pariwisata dan perhotelan, menjadi salah satu strategi untuk menambah pendapatan asli daerah. Ia menilai penguatan ekonomi daerah akan berdampak pada kemampuan pemerintah dalam mendukung program sosial dan kelembagaan masyarakat.
“Kita jaga keguyuban agar Batang semakin berkembang, sehingga pendapatan asli daerah meningkat dan bisa mandiri secara fiskal,” kata Faiz.
Ia juga menekankan bahwa RT memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial serta memastikan informasi yang diterima warga tetap akurat dan dapat dipercaya. Dengan posisi itu, RT tidak hanya menjadi pelaksana administrasi lingkungan, tetapi juga penopang stabilitas sosial di daerah.
Kegiatan ziarah kebangsaan dan dorongan menjadikan PPRT Batang sebagai percontohan mencerminkan upaya bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat untuk memperkuat peran RT sebagai ujung tombak pelayanan publik di Jawa Tengah.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: mettanews.id