Peredaran ganja sintetis di Jawa Barat kembali menjadi sorotan setelah Polda Jawa Barat mengungkap jaringan narkotika yang menyasar wilayah tersebut melalui serangkaian operasi sejak awal tahun. Dari pengungkapan itu, aparat menyita ribuan gram tembakau sintetis beserta cairan bibit dan serbuk bibit yang diduga dipakai untuk memproduksi narkotika jenis tersebut.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyebut pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian menekan peredaran narkotika yang terus berkembang dengan pola produksi yang semakin beragam. Ia menegaskan, aparat akan terus menindak setiap pihak yang terlibat dalam produksi maupun distribusi ganja sintetis di wilayah Jawa Barat.
Barang bukti yang diamankan
Dalam rangkaian operasi yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba bersama kepolisian resor jajaran, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dengan jumlah yang cukup besar. Data yang disampaikan Polda Jabar meliputi barang jadi maupun bahan yang diduga digunakan sebagai bibit produksi.
- Tembakau sintetis seberat 3.828,05 gram
- Cairan bibit tembakau sintetis sebanyak 2.478,06 mililiter
- Serbuk bibit tembakau sintetis seberat 9 gram
Jumlah itu menunjukkan bahwa kasus yang diungkap tidak hanya terkait peredaran barang jadi, tetapi juga mengarah pada dugaan aktivitas produksi yang lebih luas. Aparat kini menelusuri asal bahan, jalur distribusi, dan kemungkinan adanya jaringan lain yang terhubung.
Ganja sintetis dinilai mudah diproduksi
Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Pol. Albert RD mengatakan ganja sintetis menjadi salah satu narkotika yang banyak beredar karena relatif mudah dibuat. Menurut dia, proses produksinya memakai bahan kimia tertentu yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan pengguna.
Albert menegaskan bahwa zat sintetik seperti ini sangat berisiko karena komposisinya tidak selalu dapat diprediksi. Kondisi tersebut membuat pengguna berpotensi mengalami gangguan kesehatan yang lebih berat dibandingkan dengan penyalahgunaan narkotika biasa.
Fokus pengembangan kasus
Polda Jabar menyatakan setiap kasus yang terungkap akan terus dikembangkan untuk mengidentifikasi jaringan yang lebih besar. Polisi juga berupaya menelusuri hubungan antara pelaku produksi, pemasok bahan, dan pihak yang mengedarkan barang tersebut ke masyarakat.
Langkah pengembangan ini penting karena peredaran ganja sintetis kerap bergerak cepat dan memanfaatkan pola distribusi yang sulit dipantau. Dengan penelusuran mendalam, kepolisian berharap dapat memutus rantai pasokan sejak dari sumbernya.
Langkah polisi dalam penindakan narkotika
Polda Jawa Barat menyampaikan sejumlah fokus penanganan untuk menghadapi peredaran narkotika sintetis di daerahnya.
- Mengungkap jaringan produksi dan distribusi
- Menelusuri sumber bahan baku dan bibit sintetis
- Memperkuat operasi bersama jajaran kepolisian resor
- Mengedukasi masyarakat agar waspada terhadap peredaran narkotika
- Menindak tegas pelaku tanpa memberi ruang untuk aktivitas ilegal
Kombes Hendra menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku yang mencoba memproduksi atau mengedarkan narkotika di Jawa Barat. Ia juga mengajak masyarakat ikut membantu aparat untuk menjaga keamanan serta melindungi generasi muda dari ancaman narkotika sintetis yang terus berkembang.
Source: bandungberita.com