Kepolisian Resor Cimahi menangkap seorang terduga pelaku penculikan anak berseragam SMP asal Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Korban yang sempat dilaporkan hilang sejak 8 April akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah polisi menelusuri jejak kendaraan dan memeriksa sejumlah saksi.
Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra mengatakan terduga pelaku berinisial D yang juga masih di bawah umur telah diamankan pada Senin malam. Polisi masih mendalami motif kasus ini, sementara korban sudah dijemput kembali oleh orang tuanya.
Jejak korban terekam CCTV
Kasus ini terungkap setelah keluarga melapor karena korban tidak pulang sejak 8 April. Jejak terakhir korban terekam kamera pengawas di sekitar sekolahnya, lalu rekaman itu beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik.
Dalam video yang beredar, korban terlihat masuk ke mobil Toyota Agya bernomor polisi D-1544-UAT bersama dua laki-laki. Dari informasi itu, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan awal untuk melacak keberadaan korban dan pihak yang membawanya.
Penyelidikan polisi mengarah ke Bandung
Polisi memeriksa saksi-saksi yang diduga mengetahui pergerakan korban dan kendaraan tersebut. Dari hasil penelusuran, petugas kemudian menemukan korban dan terduga pelaku di wilayah Kota Bandung.
“Kemudian kami temukan mereka di daerah Kota Bandung, tepatnya di sebuah mushala di dalam sekolah,” kata Niko.
Berikut rangkaian singkat penanganan kasus yang disampaikan polisi:
- Keluarga melaporkan korban hilang sejak 8 April.
- Rekaman CCTV menunjukkan korban masuk mobil bersama dua pria.
- Polisi menelusuri kendaraan dan memeriksa saksi.
- Korban dan terduga pelaku ditemukan di Kota Bandung.
- Korban dipulangkan dalam kondisi selamat.
Status pelaku dan proses hukum
Niko menjelaskan bahwa terduga pelaku masih berusia di bawah umur, sehingga pendalaman dilakukan dengan memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku untuk anak. Polisi juga memastikan hanya ada satu orang yang diduga sebagai pelaku utama dalam kasus ini.
“Berkaitan dengan pelaku, kami pastikan sampai saat ini hanya satu orang. Adapun orang dewasa yang bersama korban dan pelaku, itu pengemudi ojek daring,” ujarnya.
Polisi belum membeberkan motif pasti di balik peristiwa ini karena proses pemeriksaan masih berjalan. Namun, aparat menegaskan penanganan tetap dilakukan sesuai prosedur, termasuk perlindungan terhadap anak sebagai korban maupun terduga pelaku yang masih di bawah umur.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan pelajar SMP dan sempat viral di media sosial setelah rekaman CCTV beredar luas. Hingga kini, penyidik Polres Cimahi masih melengkapi keterangan untuk memastikan kronologi lengkap, termasuk peran masing-masing pihak yang berada dalam mobil saat korban dibawa dari sekitar sekolahnya.
Source: jabar.antaranews.com