Seekor bayi bekantan terlihat bermain dalam pengawasan induknya di Batu Secret Zoo, Jatim Park 2, Kota Batu, Jawa Timur. Bayi primata endemik Kalimantan itu menjadi bukti keberhasilan program konservasi yang dijalankan pengelola taman satwa tersebut.
Dalam dua tahun terakhir, Jatim Park berhasil meningkatkan populasi bekantan dari lima ekor menjadi 10 ekor melalui program pengembangbiakan. Kelahiran bayi bekantan berusia 2,5 bulan itu memperkuat upaya pelestarian satwa yang berstatus terancam punah tersebut.
Populasi bekantan bertambah lewat pengembangbiakan
Bekantan atau Nasalis larvatus dikenal sebagai primata berhidung panjang yang hidup alami di Kalimantan. Karena habitatnya terus tertekan, upaya penangkaran dan konservasi menjadi penting untuk menjaga kelangsungan spesies ini.
Pengelola Batu Secret Zoo menjalankan program pembiakan secara terukur agar populasi bekantan tetap berkembang. Hasilnya terlihat dari penambahan jumlah individu yang cukup signifikan dalam waktu relatif singkat.
- Populasi awal bekantan: 5 ekor
- Populasi setelah program konservasi: 10 ekor
- Lama program pengembangbiakan: 2 tahun
- Usia bayi bekantan yang terlihat: 2,5 bulan
Peran taman satwa dalam konservasi spesies langka
Kehadiran bayi bekantan tidak hanya menjadi daya tarik visual bagi pengunjung, tetapi juga menunjukkan pentingnya fungsi taman satwa sebagai pusat konservasi. Dalam konteks ini, pengembangbiakan yang berhasil dapat membantu menambah cadangan populasi satwa langka di luar habitat aslinya.
Bekantan termasuk satwa yang membutuhkan perhatian khusus karena ancaman terhadap kelestarian populasinya masih berlanjut. Program seperti yang dilakukan di Jatim Park memberi kontribusi pada perlindungan keanekaragaman hayati, terutama untuk spesies yang hanya ditemukan di wilayah tertentu.
Bayi bekantan tumbuh dalam pengawasan induknya
Bayi bekantan yang masih berusia 2,5 bulan itu tampak aktif bergerak di area Batu Secret Zoo. Aktivitasnya tetap berada dalam pengawasan induk, yang menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang satwa liar di lingkungan konservasi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perawatan di taman satwa tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah individu. Pengelola juga harus memastikan kesehatan, perilaku alami, dan kenyamanan satwa selama masa perkembangan awal.
Bekantan dan nilai konservasi yang lebih luas
Bekantan punya nilai penting dalam ekosistem hutan Kalimantan. Satwa ini kerap menjadi penanda kondisi lingkungan karena keberadaannya sangat bergantung pada habitat yang sehat dan minim gangguan.
Upaya pelestarian bekantan di lembaga konservasi seperti Batu Secret Zoo menjadi salah satu langkah nyata untuk mengurangi risiko penurunan populasi. Keberhasilan reproduksi satwa ini juga dapat menjadi acuan bagi program konservasi lain yang menghadapi tantangan serupa.
Keberhasilan menambah populasi bekantan di Jatim Park menegaskan bahwa konservasi memerlukan pemantauan jangka panjang, pengelolaan yang konsisten, dan dukungan fasilitas yang memadai. Bayi bekantan yang lahir dari program tersebut kini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan salah satu primata khas Indonesia yang terancam punah.
Source: www.antarafoto.com