Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai menyosialisasikan tata kelola dan penataan lapak kepada pedagang yang akan menempati Pasar Induk Banyuwangi. Langkah ini dilakukan saat progres revitalisasi pasar tersebut telah mencapai 95 persen dan menunggu tahap akhir sebelum diserahkan dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada pemerintah daerah.
Sosialisasi awal menyasar puluhan pedagang di zona basah, seperti pedagang daging sapi, ayam, ikan, buah, dan sayuran. Pemerintah daerah menyiapkan penataan baru agar pasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga menjadi ruang yang lebih tertib, bersih, dan menarik bagi warga serta wisatawan.
Pasar diproyeksikan jadi ikon dan destinasi wisata
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Suratno, mengatakan Pasar Banyuwangi tidak akan diposisikan sebagai pasar rakyat biasa. Ia menyebut pasar itu diproyeksikan menjadi ikon sekaligus destinasi wisata di pusat kota.
Menurut Suratno, penataan pasar akan dibagi ke dalam beberapa zona, mulai dari zona basah, zona kering, hingga area kuliner. Pemerintah juga menyiapkan ruang untuk agenda kegiatan dan atraksi festival yang diharapkan bisa menambah daya tarik pengunjung.
Selain itu, pasar akan dilengkapi pusat oleh-oleh, suvenir, dan produk kerajinan khas Banyuwangi. Pemerintah berharap konsep baru ini dapat memberi dampak positif bagi pedagang sekaligus memperkuat posisi pasar sebagai tujuan belanja dan wisata.
Pedagang dikenalkan pada pola penataan baru
Suratno menjelaskan sosialisasi juga dimaksudkan agar pedagang mengenal kondisi pasar yang baru dan memahami pola penataan ke depan. Pemkab meminta pedagang mulai menyesuaikan standar kebersihan, higienitas, dan sikap pelayanan agar lebih ramah terhadap pengunjung.
Kebijakan itu disiapkan seiring perubahan fungsi pasar yang lebih modern dan terintegrasi dengan aktivitas kota. Pemerintah daerah menilai kenyamanan pengunjung akan sangat berpengaruh pada jumlah pembeli dan perputaran ekonomi pedagang.
Revitalisasi ditargetkan rampung April 2026
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviatie, mengatakan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi ditargetkan selesai pada April 2026. Namun, pasar belum bisa langsung ditempati karena masih ada sejumlah tahapan yang harus diselesaikan sebelum aset resmi diserahkan ke pemerintah daerah.
Nanin menyebut waktu penyerahan aset belum bisa dipastikan. Meski begitu, pedagang berharap bisa menempati pasar setidaknya pada akhir tahun ini, dan pemerintah daerah terus mendorong percepatan ke pemerintah pusat.
Berikut sejumlah poin utama penataan yang disiapkan pemerintah daerah:
- Penempatan pedagang berdasarkan zona.
- Pembagian area untuk zona basah, zona kering, dan kuliner.
- Penyediaan ruang kegiatan dan atraksi festival.
- Kehadiran pusat oleh-oleh, suvenir, dan kerajinan lokal.
- Penerapan standar kebersihan dan higienitas yang lebih ketat.
Sekitar 801 los disiapkan untuk pedagang existing
Nanin mengatakan ada sekitar 801 los yang akan ditempati sesuai jumlah pedagang existing. Penempatan nantinya dilakukan lewat sistem undian berdasarkan zona agar pembagian ruang berjalan tertib dan adil.
Skema itu diharapkan memudahkan penataan saat pasar resmi beroperasi kembali. Pemerintah juga ingin menghindari penumpukan pedagang di satu titik agar arus pembeli tetap lancar di seluruh area pasar.
Pedagang sambut positif revitalisasi
Sejumlah pedagang menyambut baik perubahan yang terjadi di Pasar Induk Banyuwangi. Salah satunya Lutfi, yang menilai bangunan baru lebih representatif dan fasilitas yang tersedia lebih lengkap.
Ia menyebut akses jalan yang lebih lebar dan fasilitas umum yang lebih baik membuat pasar terasa lebih nyaman. Harapannya, kondisi itu bisa membuat pengunjung betah datang dan omzet pedagang ikut meningkat saat pasar dibuka kembali.
Source: jatim.antaranews.com