Khofifah Tegaskan SDM Kunci Sinergi Pembangunan Nasional, Ini Peran Riset dan Kolaborasi

Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam memperkuat sinergi riset dan pembangunan nasional lintas wilayah. Menurut Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga itu, pembangunan yang merata hanya bisa tercapai jika konektivitas antara wilayah barat dan timur dibangun kuat, inklusif, dan berbasis riset.

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks dorongan agar kolaborasi antarlembaga tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar menghasilkan ekosistem pengetahuan yang bermanfaat. Khofifah menekankan prinsip “no one left behind” sebagai arah kerja agar tidak ada wilayah atau kelompok yang tertinggal dalam proses pembangunan.

SDM sebagai titik awal pembangunan

Khofifah menyebut tantangan utama pembangunan masih bertumpu pada kesiapan manusia yang menjalankannya. Karena itu, sinergi multipihak diperlukan untuk menyiapkan SDM unggul dan kompetitif melalui dukungan pendidikan, pemerintah daerah, serta sektor publik.

Ia juga menyampaikan bahwa agenda penguatan SDM tidak bisa dilepaskan dari kerja sama antara perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, dan lembaga publik. Menurutnya, kolaborasi seperti itu menjadi dasar untuk membangun pembangunan yang berkelanjutan dan bertumpu pada ilmu pengetahuan.

Peran perguruan tinggi dalam kolaborasi riset

Dalam pandangan Khofifah, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga memiliki posisi strategis sebagai penghubung jejaring lintas wilayah. Peran itu dinilai penting untuk mendorong kolaborasi riset, data, dan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.

Ia juga menilai perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia, termasuk Universitas Hasanuddin, dapat menjadi mitra strategis. Kemitraan tersebut dinilai relevan untuk memperkuat kerja akademik dan riset agar hasilnya memberi dampak langsung pada masyarakat.

Contoh sinergi di Jawa Timur

Khofifah mencontohkan Jawa Timur sebagai daerah yang menunjukkan hasil dari kolaborasi terstruktur. Salah satu capaian yang disebut adalah jumlah siswa SMA dan SMK terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes selama tujuh tahun berturut-turut.

Capaian itu, menurut dia, lahir dari sinergi antara sekolah, perguruan tinggi, dan pemerintah. Pola pembinaan talenta yang berjalan berkelanjutan dianggap menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas SDM daerah.

Di sektor pertanian, Khofifah juga menyinggung keberhasilan Jawa Timur dalam mencapai kedaulatan pangan. Ia menyebut pencapaian itu terjadi karena riset pertanian, pendampingan petani, dan kebijakan publik berjalan saling terhubung.

Dukungan untuk sektor peternakan dan perikanan

Selain pendidikan dan pertanian, sektor peternakan dan perikanan juga disebut menunjukkan perkembangan positif. Khofifah menyoroti peran Balai Besar Inseminasi Buatan milik Kementerian Pertanian sebagai pusat pengembangan dan distribusi bibit unggul ternak.

Baginya, sektor-sektor tersebut membuktikan bahwa pembangunan akan lebih kuat ketika riset, kebijakan, dan pendampingan berjalan dalam satu arah. Pendekatan itu dinilai penting agar hasil pembangunan tidak hanya terasa di satu wilayah, tetapi menyebar lebih luas.

Musyawarah wilayah dan penguatan jaringan alumni

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah mengapresiasi pelaksanaan Muswil IV dan menyampaikan ucapan selamat kepada Andi Marhamah sebagai Ketua IKA UNAIR Sulawesi Selatan periode 2025-2030. Ia menilai proses tersebut penting untuk menjaga kesinambungan organisasi dan memperkuat sinergi alumni.

Ia berharap forum itu menjadi momentum strategis bagi perluasan jejaring alumni dan kolaborasi riset lintas wilayah. Dengan kerja bersama yang konsisten, pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dinilai lebih mungkin tercapai melalui penguatan SDM, jejaring akademik, dan kolaborasi yang saling menguatkan.

Source: jatim.antaranews.com
Terkait