Di tengah kenaikan minat investasi, Otoritas Jasa Keuangan Jawa Barat mendorong edukasi reksa dana lewat program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 atau SOSEDU APRDI 2026. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat literasi, sekaligus memastikan investor muda tumbuh dengan pemahaman yang lebih baik.
Dorongan tersebut muncul saat industri reksa dana mencatat kinerja yang kuat sepanjang 2025. Data terbaru menunjukkan dana kelolaan reksa dana naik menjadi Rp679,24 triliun pada akhir 2025, tumbuh 35,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Investor muda jadi motor pertumbuhan
Pertumbuhan investasi reksa dana tidak hanya terlihat dari nilai kelolaan, tetapi juga dari jumlah investornya. Hingga akhir 2025, jumlah investor reksa dana mencapai 19,2 juta single investor identification atau SID, naik 3,23 persen dari tahun sebelumnya.
Porsi investor muda menjadi sorotan karena lebih dari separuh investor berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun. Angkanya mencapai 54,24 persen dari total investor, sehingga pasar reksa dana terlihat semakin dekat dengan generasi muda.
Kinerja produk ikut menguat
Secara keseluruhan, total dana kelolaan investasi juga meningkat 25,19 persen menjadi Rp1.007,65 triliun. Capaian itu menjadi yang tertinggi setelah lima tahun terakhir berada dalam fase stagnan.
Kinerja positif tersebut didorong oleh beragam jenis produk reksa dana. Pertumbuhan paling tinggi datang dari reksa dana pendapatan tetap, disusul pasar uang, terproteksi, dan saham.
Reksa dana saham juga mencatat imbal hasil tertinggi, yakni 17,23 persen. Kinerja itu sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang naik 22,13 persen sepanjang 2025.
OJK tekankan pentingnya literasi
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman menilai pertumbuhan industri ini perlu diimbangi dengan edukasi yang lebih kuat. Ia menyebut media memegang peran penting dalam menyampaikan informasi investasi yang akurat dan mudah dipahami masyarakat.
“Keberhasilan peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak hanya bergantung pada regulator dan pelaku industri, tetapi juga pada kualitas informasi yang diterima masyarakat. Media memiliki peran penting untuk menyampaikan edukasi yang benar,” ujar Darwisman dalam kegiatan di Kantor OJK Jabar.
Darwisman juga menegaskan bahwa program PINTAR Reksa Dana dalam SOSEDU 2026 bukan sebatas kampanye. Program itu diarahkan menjadi gerakan untuk membangun budaya investasi yang disiplin, terencana, dan berorientasi jangka panjang.
Masih ada ruang pertumbuhan besar
Kepala Direktorat Pengawasan Pengelolaan Investasi 2 dan Pasar Modal Regional OJK Evie Sulistyani menilai minat masyarakat terus naik, tetapi tingkat partisipasi masih relatif rendah dibanding total penduduk usia produktif. Kondisi ini menunjukkan peluang pertumbuhan pasar masih sangat besar.
“Ini menunjukkan ruang pertumbuhan masih sangat besar. Diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan literasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi,” jelas Evie.
Ia menambahkan, program PINTAR Reksa Dana dirancang untuk memperluas akses investasi dan mendorong kebiasaan berinvestasi secara rutin. Dengan cara itu, potensi pasar domestik bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Edukasi menyasar jurnalis dan mahasiswa
Direktur Eksekutif Dewan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia atau APRDI, Mauldy Rauf Makmur, melihat pertumbuhan industri sebagai tanda meningkatnya kepercayaan publik. Menurut dia, momentum ini perlu dipakai untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan.
“Melalui SOSEDU 2026, kami tidak hanya menyasar jurnalis, tetapi juga mahasiswa agar pemahaman investasi bisa menjangkau generasi muda secara lebih luas,” kata Mauldy.
Di Bandung, rangkaian SOSEDU 2026 diisi kelas edukasi bagi jurnalis dan sosialisasi di sejumlah perguruan tinggi. Kampus yang terlibat antara lain Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Bandung, dan Universitas Muhammadiyah Bandung.
APRDI juga menyiapkan lomba penulisan artikel untuk wartawan dan pembuatan konten digital bagi mahasiswa. Total hadiah yang disediakan mencapai Rp55 juta.
Program ini menjadi bagian dari roadshow di enam kota besar di Indonesia sebelum mencapai puncaknya pada Pekan Reksa Dana 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. OJK dan pelaku industri juga telah membentuk tim kerja untuk memperkuat pengembangan pasar modal dan industri reksa dana, seiring upaya menjaga pertumbuhan dan memperluas partisipasi masyarakat.
Source: timesindonesia.co.id