Kabupaten Kendal mencatat lonjakan investasi yang menempatkannya sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Tengah selama dua tahun beruntun. Kinerja ini ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Kendal mencapai 7,99% sepanjang 2025, angka tertinggi di provinsi tersebut.
Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal, Ade Sandi, menyebut realisasi investasi di daerah itu terus bergerak naik. Pada 2024, nilai investasi tercatat Rp 14,21 triliun, lalu meningkat menjadi Rp 15,86 triliun pada 2025.
Investasi dorong perubahan struktur ekonomi
Masuknya modal dalam jumlah besar terutama mengalir ke sektor industri di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Kendal. Arus investasi itu tidak hanya menambah aktivitas usaha, tetapi juga mengubah struktur ekonomi daerah ke arah yang lebih produktif.
Ade menegaskan bahwa capaian tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Investasi yang masuk memberi efek berantai pada pembangunan kawasan industri, ekspansi pabrik, dan pembukaan lapangan kerja baru di Kendal.
Industri manufaktur jadi penopang utama
Dalam struktur produk domestik regional bruto atau PDRB, sektor industri manufaktur menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 42,03%. Angka itu jauh melampaui sektor pertanian yang berada di 17,27% dan perdagangan sebesar 12,04%.
Kuatnya peran industri juga terlihat dari laju pertumbuhannya yang melampaui rata-rata ekonomi daerah. Kondisi ini menunjukkan bahwa investasi yang masuk banyak terserap ke sektor-sektor produktif yang memberi dampak langsung pada nilai tambah ekonomi.
Konstruksi dan akomodasi ikut terdorong
Efek investasi terlihat jelas pada aktivitas ekonomi riil di lapangan. Sektor konstruksi tumbuh 17,60% dan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, disusul sektor akomodasi yang naik 11,86%.
Sektor industri pengolahan juga tetap solid dengan pertumbuhan 8,92%. Data ini memperlihatkan bahwa geliat industri di Kendal tidak berdiri sendiri, melainkan ikut mengangkat sektor pendukung lain yang bergerak di sekitar kawasan industri.
PMTB melonjak, tanda investasi benar-benar terealisasi
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi Kendal dengan kontribusi 54,49%. Namun, pertumbuhan tertinggi justru datang dari pembentukan modal tetap bruto atau PMTB yang naik 20,35% dengan kontribusi 30,18%.
Kenaikan PMTB menunjukkan investasi yang masuk tidak berhenti pada komitmen di atas kertas. Aktivitas fisik seperti pembangunan infrastruktur, fasilitas industri, dan penambahan kapasitas produksi sudah berjalan dan tercermin dalam data ekonomi daerah.
KEK Kendal jadi motor pertumbuhan
Ade menyebut KEK Kendal memegang peran strategis sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai industri manufaktur kini menjadi tulang punggung ekonomi Kendal karena mampu menarik investasi dan memperluas basis produksi.
“KEK bukan hanya kawasan industri, tetapi juga pusat pertumbuhan baru,” ujarnya. Pernyataan itu memperkuat posisi Kendal yang kini tidak lagi sekadar wilayah penyangga, tetapi mulai menonjol sebagai kandidat episentrum ekonomi baru di Jawa Tengah.
BPS juga menyoroti pentingnya membaca data ekonomi secara utuh, termasuk dampaknya terhadap kemiskinan, pengangguran, dan penyerapan tenaga kerja lokal. Di tengah investasi yang terus meningkat, arah pertumbuhan Kendal akan sangat ditentukan oleh kemampuan industri padat karya dan sektor pendukung untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Source: www.beritasatu.com