17 Kuliner Legendaris Surabaya Yang Menyimpan Jejak Rasa Kuat, Dari Rujak Cingur Hingga Rawon Malam

Surabaya dikenal sebagai kota dengan karakter rasa yang tegas di setiap hidangannya. Kombinasi petis, rempah, dan teknik masak tradisional membuat banyak makanan khas kota ini bertahan lama dan terus dicari hingga sekarang.

Di antara sekian banyak pilihan, ada deretan kuliner legendaris yang kerap masuk daftar incaran pencinta makanan. Berikut 17 kuliner legendaris di Surabaya yang patut dicicipi setidaknya sekali seumur hidup.

1. Rujak Cingur Ahmad Jais

Rujak cingur ini berlokasi di Jl. Achmad Jais No.40, Genteng, dan dikenal luas sebagai salah satu ikon rasa Surabaya. Cingur sapi yang kenyal berpadu dengan lontong, tahu, tempe, serta buah dan sayur segar, lalu disiram bumbu petis yang diulek langsung.

Cita rasanya kuat, gurih, sedikit manis, dan beraroma petis yang khas. Harga yang tercantum berada di kisaran Rp20.000–Rp35.000.

2. Rawon Setan

Rawon ini beralamat di Jl. Embong Malang No.78 dan terkenal dengan kuah hitam pekat dari kluwek. Rasa kuahnya dalam, gurih, dan memberi karakter earthy yang berbeda dari sup biasa.

Potongan daging sapinya besar dan empuk, lalu biasa disantap bersama nasi hangat, tauge segar, sambal, dan telur asin. Tempat ini juga disebut sering ramai pada malam hari dengan harga sekitar Rp30.000–Rp50.000.

3. Sate Klopo Ondomohen Bu Asih

Sate klopo dikenal sebagai salah satu kuliner khas Surabaya yang identik dengan taburan kelapa parut pada dagingnya. Proses ini memberi aroma sangrai yang kuat dan rasa gurih yang lebih dalam saat dibakar.

Karakter rasa seperti ini membuat sate klopo punya identitas yang sulit disamakan dengan sate daerah lain. Hidangan ini sering dicari karena menawarkan rasa tradisional yang padat dan berani.

4. Lontong Balap

Lontong balap menjadi salah satu makanan yang sangat lekat dengan Surabaya karena komposisinya sederhana tetapi padat rasa. Seporsi lontong, tauge, tahu goreng, lentho, dan kuah gurih menciptakan kombinasi yang ringan namun mengenyangkan.

Ciri khas utamanya ada pada perpaduan tekstur dan bumbu yang tidak berlebihan. Kuliner ini kerap dipilih sebagai santapan harian karena mudah diterima banyak selera.

5. Tahu Tek

Tahu tek dikenal dari potongan tahu goreng, kentang, lontong, tauge, dan bumbu kacang petis yang khas. Suara gunting saat memotong bahan menjadi salah satu identitas penyajiannya yang paling mudah dikenali.

Rasa gurih petisnya memberi karakter kuat pada hidangan ini. Tahu tek menjadi contoh kuliner Surabaya yang sederhana tetapi sangat khas dari sisi rasa.

6. Tahu Campur

Tahu campur biasanya disajikan dengan perpaduan tahu, mie, sayuran, dan daging yang diracik dalam kuah berbumbu. Hidangan ini dikenal karena rasa kuahnya yang gurih dan aromanya yang kuat.

Dalam tradisi kuliner Surabaya, tahu campur sering dipilih karena memberi sensasi makan yang lengkap. Setiap elemen di dalamnya saling melengkapi tanpa kehilangan karakter utama.

7. Sop Buntut Gelora Pancasila

Sop buntut ini menjadi salah satu sajian yang dikenal karena kuah kaldu gurih dan potongan buntut sapi yang empuk. Karakter hangat dari kuahnya membuat makanan ini cocok dinikmati sebagai menu berat.

Cita rasanya cenderung bersih dan kaya kaldu, sehingga berbeda dari hidangan berpetis yang lebih dominan. Popularitasnya menunjukkan bahwa kuliner legendaris Surabaya tidak hanya bertumpu pada rasa berani, tetapi juga pada teknik olah yang matang.

8. Nasi Udang Bu Rudy

Nasi udang Bu Rudy dikenal luas melalui lauk udang yang berpadu dengan sambal yang kuat. Menu ini sering dipilih karena memberikan rasa pedas dan gurih dalam satu piring.

Kombinasi nasi hangat, udang, dan sambal membuat hidangan ini praktis tetapi tetap berkarakter. Banyak pencinta kuliner datang karena mengincar rasa sambalnya yang khas.

9. Pecel Semanggi

Semanggi menjadi salah satu kuliner tradisional Surabaya yang jarang ditemui di banyak daerah lain. Hidangan ini biasanya disajikan dengan daun semanggi dan bumbu yang memberi rasa gurih serta sedikit manis.

Nilai khasnya terletak pada bahan utama yang sederhana namun sangat identik dengan tradisi lokal. Pecel semanggi memperlihatkan sisi lain Surabaya yang dekat dengan kuliner rakyat.

10. Soto Ambengan

Soto Ambengan punya kuah gurih yang aromatik dan sering disajikan dengan pelengkap yang memberi rasa lebih lengkap. Hidangan ini dikenal sebagai salah satu soto yang kuat mewakili karakter masakan kota pahlawan.

Cita rasanya cenderung ramah untuk banyak orang, tetapi tetap memiliki identitas yang jelas. Soto ini kerap menjadi pilihan saat mencari makanan berkuah yang menghangatkan.

11. Nasi Goreng Jancuk

Nasi goreng ini dikenal dari porsinya yang besar dan cita rasa pedas yang menonjol. Nama yang unik ikut memperkuat reputasinya sebagai salah satu kuliner yang sering diburu karena pengalaman makannya berbeda.

Rasa gurih dan pedasnya dibuat tegas, sehingga cocok untuk penikmat masakan berkarakter kuat. Hidangan ini menunjukkan bagaimana Surabaya juga dikenal lewat sajian yang berani dalam rasa maupun penyajian.

12. Zangrandi Ice Cream

Zangrandi Ice Cream dikenal sebagai tempat yang menawarkan sajian penutup dengan nuansa klasik. Es krimnya sering dicari untuk memberi penutup yang lebih ringan setelah menyantap makanan berat Surabaya.

Karakter tempatnya yang legendaris membuat pengalaman makan di sini tidak hanya soal rasa, tetapi juga suasana. Kuliner ini memberi variasi penting di tengah dominasi makanan gurih dan pedas.

13. Es Krim Newport

Es krim Newport juga menjadi salah satu nama yang kerap disebut saat membicarakan kuliner legendaris Surabaya. Sajian dinginnya memberi jeda dari hidangan utama yang kaya bumbu.

Keberadaannya menambah warna pada peta kuliner kota ini. Es krim seperti ini sering dicari sebagai pelengkap perjalanan wisata makan di Surabaya.

14. Leker Paimo

Leker Paimo dikenal sebagai jajanan yang sederhana namun memiliki daya tarik kuat. Teksturnya tipis dan isinya beragam, sehingga mudah dinikmati sebagai camilan.

Keberadaan leker dalam daftar kuliner legendaris menunjukkan bahwa jajanan kaki lima juga punya tempat penting di Surabaya. Sederhana, terjangkau, dan akrab di lidah menjadi alasan utamanya bertahan lama.

15. Sego Sambel Mak Yeye

Sego sambel Mak Yeye terkenal karena sambalnya yang pedas dan sajian nasi hangat dengan lauk pendamping. Menu seperti ini sangat mewakili selera malam warga Surabaya yang menyukai rasa kuat.

Karakter pedasnya menjadi daya tarik utama dan sering dicari oleh penikmat kuliner ekstrem. Kesederhanaan bentuknya justru membuat cita rasanya lebih menonjol.

16. Bala-Bala Pak Gendut

Bala-bala Pak Gendut masuk daftar kuliner yang dicari karena jajanan gorengannya mudah dinikmati kapan saja. Tekstur renyah dan rasa gurihnya membuat makanan ini cocok sebagai teman santai.

Sebagai bagian dari ragam kuliner Surabaya, jajanan seperti ini memperlihatkan bahwa makanan legendaris tidak selalu harus berupa hidangan berat. Camilan pun bisa punya reputasi kuat jika rasa dan konsistensinya terjaga.

17. Kue Lapis Surabaya

Kue lapis Surabaya menjadi salah satu produk legendaris yang namanya langsung mengacu pada kota asalnya. Teksturnya lembut dan tampilannya berlapis, sehingga kerap dijadikan oleh-oleh maupun sajian spesial.

Kue ini menutup daftar kuliner khas Surabaya dengan karakter yang manis dan klasik. Di tengah dominasi makanan gurih, kehadirannya menunjukkan bahwa Surabaya juga punya warisan rasa yang halus dan tetap menempel di ingatan.

Source: www.jawapos.com
Exit mobile version