Prabowo Tantang Jateng-Banyumas Wujudkan Zero Waste 2028, Uji Serius Pengelolaan Sampah Nasional

Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas. Dari kunjungan itu, Prabowo melontarkan tantangan kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono untuk mewujudkan zero waste pada akhir 2028.

Prabowo menyampaikan apresiasi karena TPST BLE dinilai mampu bekerja efektif dengan alat yang tidak terlalu canggih. Ia juga menegaskan bahwa model pengolahan sampah di Banyumas sudah menjadi rujukan banyak daerah, bahkan turut dipelajari oleh pihak dari luar negeri.

TPST Banyumas Jadi Contoh

Prabowo mengatakan laporan yang diterimanya menunjukkan sudah ada banyak kabupaten di Jawa Tengah yang mengikuti pola pengelolaan sampah serupa. Ia menyebut jumlahnya mencapai 13 kabupaten yang ikut mempelajari sistem di Banyumas.

Menurut Prabowo, daya tarik TPST BLE bukan hanya pada hasil pengolahannya, tetapi juga pada kesederhanaan teknologinya. Karena itu, ia menilai pendekatan seperti ini layak diperluas ke wilayah lain di Indonesia.

Tantangan untuk Jawa Tengah dan Banyumas

Dalam dialog di lokasi, Prabowo menanyakan kesiapan Bupati Banyumas Sadewo untuk mencapai zero waste pada akhir 2028. Sadewo menjawab sanggup, dengan catatan ada tambahan 15 TPST dengan model yang sama.

Prabowo kemudian beralih kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan menanyakan kesiapan provinsinya untuk mencapai target serupa. Ahmad Luthfi menyatakan siap, lalu Prabowo menegaskan kesepakatan itu dengan mengatakan, “Oke deal ya, deal,” sambil berjabat tangan dengan keduanya.

Dukungan Pemerintah Pusat

Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan mendorong pengembangan sistem pengolahan sampah seperti TPST BLE di semua provinsi. Ia menegaskan kesiapan untuk menyalurkan bantuan langsung agar sistem itu bisa dikembangkan dan diperbaiki supaya lebih efektif.

Ia menyebut pengelolaan sampah sebagai prioritas nasional. Dalam pernyataannya, Prabowo menargetkan pengendalian sampah di seluruh Indonesia bisa berjalan dalam 2-3 tahun ke depan melalui perluasan model pengolahan yang dinilai berhasil di Banyumas.

Dorongan untuk Daerah Lain

Prabowo menilai pengalaman Banyumas dapat menjadi contoh praktis bagi daerah lain yang menghadapi persoalan sampah. Karena itu, pengembangan TPST serupa akan terus didorong agar tidak hanya berhenti di Jawa Tengah, tetapi juga diterapkan di wilayah lain.

Tantangan zero waste yang diberikan Prabowo kepada Ahmad Luthfi dan Sadewo memperlihatkan arah kebijakan yang ingin menempatkan pengelolaan sampah sebagai agenda penting nasional. Dengan dukungan pusat dan replikasi model TPST BLE, pemerintah berharap target pengurangan sampah bisa bergerak lebih cepat dan lebih merata.

Source: news.detik.com
Exit mobile version