Api Membesar Di Pasar Kanjengan Kompleks Johar Semarang, Warga Dan Damkar Mengejar Waktu

Kebakaran melanda Pasar Kanjengan di kawasan Kompleks Johar, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu malam sekitar pukul 22.57 WIB. Api sempat terlihat membesar dan memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.

Dalam video yang diterima JPNN.com, sejumlah warga tampak berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum bantuan lebih besar tiba. Laporan sementara dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang menyebutkan ada empat armada yang dikerahkan ke lokasi kejadian.

Api Cepat Membesar di Area Pasar

Peristiwa ini kembali menyorot kerentanan kawasan perdagangan tradisional di jantung Kota Semarang. Pasar Kanjengan berada di kompleks Johar yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi warga.

Hingga laporan ini disusun, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Aparat dan petugas terkait masih menangani situasi di lapangan untuk memastikan api tidak meluas ke bagian lain pasar.

Kompleks Johar Pernah Mengalami Kebakaran Besar

Kawasan Johar memiliki catatan panjang soal kebakaran. Pada 2015, Pasar Johar pernah dilalap api dan menghanguskan bangunan cagar budaya karya arsitek asal Belanda, Thomas Karsten.

Setelah kejadian itu, ribuan pedagang direlokasi ke lahan milik Masjid Agung Jawa Tengah. Namun, Pasar Johar darurat di lokasi relokasi tersebut juga sempat mengalami kebakaran pada Februari 2022.

Rangkaian insiden itu membuat kebakaran di Pasar Kanjengan kembali menjadi perhatian warga dan pedagang. Kondisi pasar yang padat aktivitas sering kali membuat penanganan awal harus dilakukan cepat agar api tidak merambat lebih luas.

Respons Awal Warga dan Petugas

Di lokasi kejadian, warga terlihat ikut membantu dengan alat yang tersedia sebelum armada damkar bekerja lebih intensif. Situasi seperti ini kerap terjadi saat kebakaran muncul di area pasar yang punya akses sempit dan aktivitas padat.

Empat armada damkar yang dikerahkan menjadi langkah awal untuk mengendalikan kebakaran di salah satu titik perdagangan penting di Semarang itu. Informasi lanjutan mengenai kerugian maupun sumber api belum dijelaskan dalam laporan sementara.

Source: jateng.jpnn.com
Exit mobile version