Jabar Bersiap Mengakhiri Kabel Udara Semrawut, Penataan Bertahap Ditargetkan Operasional 2026

Kabel udara yang semrawut di sejumlah wilayah perkotaan Jawa Barat segera masuk penataan besar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan program itu mulai beroperasi bertahap pada 2026 melalui kolaborasi lintas sektor.

Langkah ini disiapkan untuk menjawab persoalan kabel yang dinilai mengganggu estetika sekaligus keselamatan masyarakat di ruang publik. Pemprov Jabar ingin pekerjaan utilitas tidak berjalan sendiri-sendiri dan tidak merusak wajah kawasan perkotaan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan gubernur sudah memberi arahan langsung untuk memulai konsolidasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Pemprov akan mengundang APJATEL, penyedia layanan internet, provider telekomunikasi, hingga PLN untuk duduk bersama.

Tiga tahapan penataan

Herman menjelaskan, program ini akan dikerjakan melalui tiga tahap utama. Tahap awal adalah konsolidasi seluruh pihak yang terlibat, lalu penyusunan nota kesepahaman atau memorandum of understanding, dan terakhir integrasi perencanaan teknis sebelum eksekusi.

Menurut dia, penataan kabel akan diselaraskan dengan program penataan jalan dan trotoar yang juga sedang disiapkan pemerintah daerah. Skema ini dipilih agar rencana para penyedia utilitas bisa di-overlay dengan rencana pemda.

“Setelah konsolidasi dan ada kesepakatan, kita buat MoU. Berikutnya integrasi perencanaan teknis antara provider, PLN, APJATEL dan pemerintah daerah, baru eksekusi,” kata Herman.

Mulai berjalan bertahap

Pemprov Jabar menegaskan penataan kabel tidak akan menunggu sampai akhir masa pemerintahan. Program tersebut akan mulai berjalan secara bertahap sejak tahun ini dan masuk operasional pada 2026.

Herman juga menyebut sejumlah pekerjaan sudah mulai berjalan paralel di lapangan. Selain itu, Pemprov Jabar telah melakukan komunikasi informal dengan sejumlah pihak untuk menjaga estetika kawasan saat pekerjaan utilitas berlangsung.

“2026 sudah mulai operasional, tidak ditunda-tunda,” ujarnya.

Dengan pola kerja yang disusun bersama, Pemprov Jabar berharap penataan kabel udara bisa lebih tertib dan terintegrasi dengan pembangunan infrastruktur perkotaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki tampilan ruang publik sekaligus mengurangi potensi risiko dari kabel yang semrawut.

Source: jabar.tribunnews.com

Terkait