Komisi V DPRD Jawa Barat menyatakan dukungan penuh terhadap program Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini dipandang sebagai langkah penting untuk menjaga perempuan lanjut usia tetap sehat, aktif, dan produktif di tengah jumlah lansia yang terus bertambah.
Anggota DPRD Jawa Barat Siti Muntamah menilai kebutuhan terhadap sekolah lansia semakin mendesak karena populasi lanjut usia di Jawa Barat terus meningkat. Ia juga menegaskan bahwa isu lansia berkaitan erat dengan urusan keluarga, sehingga aspirasi dari 5,9 juta lansia perlu direspons melalui program yang tepat.
Dukungan DPRD untuk lansia perempuan
Siti mengatakan dukungan terhadap urusan perempuan, keluarga, dan anak juga mencakup perhatian kepada lansia. Menurut dia, Komisi V DPRD Jawa Barat mendengarkan kebutuhan para lansia untuk menghadirkan sekolah yang memang dibutuhkan.
Komisi V, kata Siti, juga mendukung penuh program yang dijalankan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Jawa Barat. Dukungan itu diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, terutama perempuan.
Latar belakang program
Kepala DP3AKB Jawa Barat Siska Gerfianti menjelaskan, program Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” lahir dari pertumbuhan jumlah penduduk lansia di Jawa Barat. Ia menyebut angka aging population di daerah itu telah mencapai 11 persen.
Siska menuturkan, dari sekitar 5,9 juta penduduk Jawa Barat yang masuk kategori lansia, jumlah perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Proporsinya mencapai 51,71 persen.
Pendidikan nonformal untuk masa tua yang lebih berkualitas
DP3AKB memandang perlu menghadirkan pendidikan nonformal bagi lansia perempuan agar mereka mendapat pengetahuan, keterampilan, dan dukungan psikososial. Bekal itu diharapkan membantu mereka menjalani masa tua dengan lebih berkualitas.
Melalui program tersebut, perempuan lansia juga diharapkan tetap berdaya dan memiliki pengetahuan yang memadai. Mereka ditargetkan terus aktif berperan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Source: biz.kompas.com






