LaNyalla Ingatkan Atlet Kalsel, Jangan Terhasut Jika Ingin Tembus Kejurnas Hingga SEA Games

Author: Qoo Media

Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan agar atlet, wasit, dan pelatih tidak terpengaruh ajakan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menolak kepengurusan PBMI yang sah. Peringatan itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Provinsi Luar Biasa Muaythai Indonesia Kalimantan Selatan di Banjarbaru.

LaNyalla menekankan bahwa atlet dan insan muaythai tidak akan bisa tampil di pertandingan resmi jika tidak didaftarkan oleh PBMI yang diakui KONI Pusat, KOI, dan Induk Federasi Muaythai Internasional atau IFMA. Ia menyebut ajakan untuk tidak mengakui kepengurusan yang sah hanya akan merugikan karier para atlet.

Ia hadir didampingi Sekjen PBMI Azwan Karim. LaNyalla juga mengaitkan persoalan itu dengan munculnya pihak-pihak yang mengaku sebagai pengurus PBMI dan disebut mengajak atlet untuk menolak keberadaan organisasi yang ia pimpin.

Menurut LaNyalla, penggunaan lambang dan nama organisasi tanpa hak bukan hanya mengganggu pembinaan olahraga, tetapi juga melanggar hukum pidana. Ia menyebut PBMI yang sah berada di bawah kepemimpinannya dan mendapat pengakuan dari KONI Pusat, KOI, serta dukungan Menteri Pemuda dan Olahraga RI untuk pembinaan muaythai di Indonesia.

LaNyalla juga menyampaikan bahwa IFMA hanya mengakui PBMI yang dipimpinnya. Ia merujuk pada surat dari Presiden IFMA yang menyatakan PBMI kepemimpinannya sebagai satu-satunya organisasi muaythai di Indonesia yang diakui federasi internasional itu.

Sebagai Ketua Umum PBMI masa bakti 2026-2030, LaNyalla menyebut badan yudisial PBMI di pusat sudah bisa menjatuhkan sanksi kepada insan muaythai Indonesia. Sanksi terberat itu berupa larangan mengikuti pertandingan resmi di dalam dan luar negeri.

Ia meminta atlet yang sudah terpengaruh pihak yang mengaku-ngaku PBMI untuk kembali ke jalur organisasi yang sah. LaNyalla menyebut mereka perlu kembali ke pengprov serta pengkab atau pengkot masing-masing untuk menatap Kejurnas 2026, PON Beladiri 2026, Muaythai Championship di Malaysia, dan persiapan SEA Games 2027.

Di sisi lain, Musyawarah Provinsi Luar Biasa MI Kalimantan Selatan berlangsung dengan kehadiran 13 pemilik suara. Forum yang diikuti seluruh pengurus kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan itu secara aklamasi memilih Ferina sebagai Ketua Pengprov MI Kalimantan Selatan.

Ferina menyatakan siap menerima amanah tersebut dan segera melakukan konsolidasi organisasi. Ia menegaskan dukungan terhadap arah kebijakan PBMI yang menempatkan pembinaan insan muaythai dan integritas sebagai prioritas utama.

Ferina juga menyebut tidak boleh ada kepentingan pribadi yang membonceng organisasi. Karena itu, seluruh pengurus provinsi serta kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan siap menandatangani pakta integritas yang dikeluarkan PBMI.

Musprovlub tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Selatan Heru Susmianto serta Wakil Sekretaris KONI Provinsi Kalimantan Selatan Hesley Junianto. LaNyalla sendiri hadir sebagai Ketua Umum PBMI sekaligus Senator Republik Indonesia dan anggota Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia.

Source: konijawatimur.co
Terbaru