East Java Innovative Education Summit 2026 menjadi panggung besar bagi ribuan gagasan dari dunia pendidikan di Jawa Timur. Ajang ini menampilkan 19.720 inovasi yang datang dari guru, siswa, kepala sekolah, hingga internal Dinas Pendidikan.
Skala partisipasi itu menegaskan bahwa inovasi pendidikan di Jawa Timur tidak berhenti di level wacana. Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem dan budaya inovasi di sektor pendidikan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dan menyampaikan sambutan dalam agenda yang digelar di Surabaya. Dalam kegiatan yang sama, ia juga menyerahkan penghargaan kepada para peraih 25 inovasi terbaik.
Penghargaan tersebut menjadi penanda bahwa karya-karya pendidikan inovatif mendapat ruang apresiasi yang lebih serius. Dari deretan penerima, salah satunya adalah Kepala Bidang GTK Dindik Jatim Ety Prawesti.
Dalam acara itu, Ety menerima piagam penghargaan dari Khofifah. Penyerahan itu turut disaksikan Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara Andi Taufik, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai.
Kehadiran unsur pemerintah daerah, legislatif, dan lembaga administrasi menunjukkan bahwa agenda ini tidak berdiri sendiri. Forum tersebut mempertemukan berbagai pihak yang punya peran dalam penguatan mutu pendidikan di daerah.
Dengan jumlah inovasi yang sangat besar, EJIES 2026 memperlihatkan luasnya partisipasi dari ekosistem pendidikan Jawa Timur. Sekolah, tenaga pendidik, peserta didik, dan aparatur pendidikan sama-sama menjadi bagian dari dorongan perubahan itu.
Ajang ini juga memberi sinyal bahwa inovasi pendidikan tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan bagian penting dari pengembangan sistem. Di Surabaya, fokusnya jelas tertuju pada penguatan budaya kerja yang mendorong lahirnya ide-ide baru di sektor pendidikan.
Source: jatim.antaranews.com