Gubernur Jateng Salat Iduladha di Huntara Tegal, Serahkan Kurban Presiden untuk Warga Terdampak

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memilih merayakan Iduladha bersama warga yang masih tinggal di hunian sementara korban tanah bergerak di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Kehadiran itu memberi pesan kuat bahwa perayaan hari besar keagamaan tetap berlangsung di tengah kondisi yang belum pulih.

Suasana di Huntara Capar pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah terasa haru dan penuh kebersamaan. Ahmad Luthfi datang bersama Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dan Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid untuk salat bersama warga terdampak bencana.

Kedatangan rombongan disambut hangat masyarakat yang sudah memadati Masjid Huntara Capar sejak pagi. Ahmad Luthfi kemudian berwudhu dan bergabung dalam saf salat Iduladha bersama warga.

Usai salat, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa ibadah yang dijalankan warga Huntara Capar memiliki nilai kemuliaan yang sama dengan umat Islam yang menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Ia juga menyebut keterbatasan yang dirasakan warga tidak mengurangi makna ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Gubernur mengaku memahami beratnya keadaan warga sejak bencana tanah bergerak memaksa mereka meninggalkan rumah. Ia meminta warga tetap menjaga semangat, kebersamaan, dan rasa syukur selama masa pemulihan belum sepenuhnya selesai.

Serahkan kurban dari gubernur dan Presiden

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menyerahkan satu ekor sapi kurban jenis angus dengan bobot 906 kilogram. Hewan kurban tersebut berasal dari anggaran pribadinya sebagai bentuk kepedulian kepada warga korban bencana.

Bersama Bupati Tegal, Ahmad Luthfi juga menyerahkan hewan kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada masyarakat Huntara Capar. Penyerahan itu disambut antusias oleh warga yang hadir di lokasi.

Kehadiran kurban dari gubernur dan Presiden menjadi bagian dari rangkaian Iduladha di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih. Bagi warga, perhatian itu menjadi penguat di saat mereka masih menjalani hari-hari di hunian sementara.

Pemulihan huntara terus berjalan

Selain mengikuti ibadah, Ahmad Luthfi meninjau perkembangan pembangunan huntara yang kini telah berdiri 420 unit. Bangunan itu disiapkan untuk menampung warga terdampak tanah bergerak sambil menunggu penanganan lanjutan dan relokasi permanen.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Tegal disebut terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Fasilitas seperti air bersih, sanitasi, tempat ibadah, dan kebutuhan masyarakat lain menjadi perhatian utama di kawasan huntara.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button