IKADIN Bandung dan Tim Hukum Jabar Istimewa kembali menjaga tradisi berbagi di hari raya Iduladha dengan menggelar penyembelihan hewan kurban. Tahun ini, mereka menyiapkan lima ekor sapi dan dua ekor kambing untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas tahunan IKADIN Bandung dan sudah memasuki tahun kedua dalam kolaborasi dengan Tim Hukum Jabar Istimewa. Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa, Jutek Bongso, menyebut gerakan ini sebagai wujud nyata semangat berbagi dari para praktisi hukum kepada sesama.
Jutek mengatakan, jumlah kurban tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, yakni lima ekor sapi. Ia juga menegaskan bahwa tradisi ini bukan hanya soal ibadah, tetapi juga upaya mempererat silaturahmi di lingkungan mereka.
Sumber hewan kurban datang dari berbagai pihak, termasuk sejumlah tokoh dan instansi. Dua ekor sapi merupakan titipan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sementara kontribusi lain datang dari BJB, Jaswita, dan Jamkrida.
Dua ekor kambing disiapkan dari anggota Tim Hukum Jabar Istimewa dan DPC IKADIN Bandung. Seluruh hewan kurban itu diprioritaskan untuk anak-anak yatim piatu di beberapa panti asuhan dan warga di sekitar sekretariat Tim Hukum Jabar Istimewa.
Pembagian daging kurban juga melibatkan pengurus RT dan RW setempat agar distribusinya tepat sasaran. Cara ini dipilih untuk memastikan bantuan sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan di lingkungan sekitar.
Di sisi lain, Jutek menegaskan dukungan pihaknya terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dinilai berpihak pada kepentingan rakyat. Ia menyebut, meski para pengacara biasanya kritis terhadap kebijakan pemerintah, mereka melihat Gubernur Jawa Barat memiliki rekam jejak yang pro-rakyat.
Jutek juga mengungkap keberhasilan timnya dalam mengadvokasi warga di salah satu kampung di Garut yang telah menempati lahan sejak tahun 1950-an. Setelah puluhan tahun dihantui ancaman penggusuran, ratusan kepala keluarga di wilayah itu kini bisa bernapas lega.
Source: jabar.jpnn.com






