Musim Kemarau Makin Kering di Jatim, Ini Daftar Hutan Gunung yang Paling Rawan Terbakar

Musim kemarau di Jawa Timur mulai memunculkan kewaspadaan baru di kawasan pegunungan. BPBD Jatim menyebut kemarau tahun 2026 diprediksi lebih kering dibanding tahun sebelumnya, sehingga potensi kebakaran hutan gunung ikut meningkat.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan semua hutan di Jawa Timur punya potensi kebakaran saat kemarau, termasuk hutan gunung. Karena itu, sejumlah kawasan yang punya vegetasi kering, sabana luas, dan jalur pendakian aktif menjadi sorotan utama.

Kawasan yang paling rawan

Gatot menyebut kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai salah satu area yang sangat rawan. Ia menjelaskan, sabana yang luas dan kering, ditambah aktivitas manusia yang tinggi serta faktor alam, membuat risiko kebakaran di wilayah itu lebih besar.

Tahura Raden Soerjo juga masuk daftar kawasan rawan. Kawasan yang tersebar di wilayah Malang, Mojokerto, dan sekitarnya itu punya riwayat kebakaran hebat, medan yang curam, angin kencang, serta kondisi yang membuat api sulit dipadamkan.

Gunung Lawu juga menjadi perhatian karena sisi timurnya dinilai sangat rawan. Gatot menyebut kawasan itu sangat kering, berangin kencang, dan memiliki riwayat titik api yang banyak terjadi di Jogorogo, dengan wilayah Jatim yang masuk Ngawi dan Magetan.

Gunung lain yang perlu diwaspadai

Selain tiga kawasan itu, Gatot juga menyebut Gunung Argopuro, Gunung Ijen, dan Gunung Penanggungan berpotensi mengalami kebakaran saat musim kemarau. Di jalur pendakian, semak belukar yang mudah terbakar menambah risiko ketika kondisi udara kering dan angin bertiup kencang.

Peringatan ini juga ditujukan kepada para pendaki agar ikut menjaga kondisi lingkungan di sekitar gunung. Sampah jangan dibuang sembarangan, dan aktivitas yang memunculkan api harus diawasi ketat.

Risiko kecil yang bisa berubah jadi besar

BPBD Jatim mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat membersihkan lahan, membakar sampah, atau merokok di area dekat vegetasi kering. Bara api yang tidak dipadamkan sempurna bisa berubah menjadi api besar ketika tertiup angin.

Dengan kondisi kemarau yang diprediksi lebih kering, kewaspadaan di kawasan pegunungan Jatim menjadi penting. Daftar kawasan rawan itu menunjukkan bahwa pencegahan jauh lebih mudah dilakukan sebelum api muncul dan meluas.

Source: www.detik.com

Berita Terkait

Back to top button