Kemendikdasmen dan SEAMEO BIOTROP Bekali Guru SLB, Urban Farming Jadi Kunci Kemandirian Siswa

Kemendikdasmen dan SEAMEO BIOTROP mendorong guru SLB menguasai keterampilan urban farming lewat pelatihan yang digelar di Bogor. Program ini diarahkan untuk memperkuat pembelajaran yang lebih adaptif, kontekstual, dan dekat dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Kegiatan itu menjadi bagian dari Program Peningkatan Kompetensi Guru bidang keterampilan pertanian yang berlangsung pada 2–5 Juni 2026. Sebanyak 30 guru dari sekolah luar biasa terpilih di seluruh Indonesia mengikuti program tersebut setelah lolos seleksi dari 697 pendaftar.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, menegaskan bahwa penguatan kapasitas guru menjadi langkah penting dalam transformasi pendidikan khusus. Ia menyebut guru punya peran strategis untuk membekali peserta didik dengan kompetensi agar mampu hidup mandiri dan aktif di masyarakat.

Arif juga menekankan bahwa program ini mendorong guru SLB menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Menurut dia, Kemendikdasmen ingin memperluas akses pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru pendidikan khusus di berbagai daerah.

Bekal praktik urban farming untuk sekolah

Selama empat hari pelatihan, peserta mendapat materi teori dan praktik tentang berbagai metode pertanian perkotaan yang bisa diterapkan di lingkungan sekolah. Materi yang diberikan meliputi budidaya hidroponik, akuaponik, tanaman buah dalam pot atau tabulampot, serta budidaya hortikultura terpadu.

Direktur SEAMEO BIOTROP, Prof. Dr. Edi Santosa, menilai pertanian perkotaan punya nilai strategis sebagai sarana pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Ia menyebut pendekatan itu mampu menggabungkan keterampilan teknis, kreativitas, dan kewirausahaan.

Edi mengatakan pertanian perkotaan memberi pengalaman nyata bagi peserta didik. Menurut dia, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan kreativitas, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan yang penting untuk kehidupan mereka di masa depan.

Teknologi sederhana yang mudah diterapkan

Deputi Direktur Bidang Program SEAMEO BIOTROP, Dr. rer. nat. Doni Yusri, menyoroti pentingnya penguasaan teknologi pertanian sederhana yang mudah diadaptasi sekolah luar biasa. Ia menilai pengembangan urban farming di lingkungan sekolah bukan hanya mendukung pembelajaran, tetapi juga membangun kecakapan hidup peserta didik.

Doni mengatakan guru yang mengikuti pelatihan memperoleh keterampilan praktis yang bisa diterapkan sesuai kondisi sekolah masing-masing. Pendekatan ini dinilai penting karena tiap SLB memiliki kebutuhan dan kemampuan implementasi yang berbeda.

Selain menerima materi dari para ahli pendidikan dan pertanian, peserta juga menjalani praktik lapangan langsung di fasilitas pembelajaran dan demplot milik SEAMEO BIOTROP. Pengalaman tersebut diharapkan membantu guru mengembangkan model pembelajaran keterampilan pertanian yang lebih aplikatif bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Kolaborasi Kemendikdasmen dan SEAMEO BIOTROP ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan keterampilan di SLB. Di saat yang sama, program ini ditujukan untuk memperkuat kemandirian dan kecakapan hidup peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan.

Source: bogor-kita.com
Exit mobile version