
Lebih dari 400 guru Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD di Jawa Tengah mendapat pelatihan coding dan robotik di Wisma Perdamaian, Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi yang pertama digelar khusus untuk guru PAUD di Jawa Tengah dan langsung diarahkan untuk menjawab kebutuhan pendidikan di era digital.
Pelatihan bertema Praktik Pembelajaran Mendalam, Coding, dan Robotic Berbasis STEAM itu digagas Bunda PAUD Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I., bersama Dinas Pendidikan Jawa Tengah dan Rumah Edukasi Jakarta. Pemerintah provinsi menempatkan pelatihan ini sebagai langkah memperkuat kompetensi pendidik agar bisa membawa teknologi masuk ke pembelajaran anak sejak usia dini.
Teknologi dikenalkan sebagai kebutuhan pendidikan
Nawal menegaskan bahwa pengenalan coding dan robotik kepada anak usia dini bukan lagi sekadar pilihan. Ia menyebut pendidikan di Jawa Tengah harus beradaptasi dan terintegrasi dengan teknologi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Ia juga menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis teknologi dapat membantu anak mengasah berpikir kritis, logis, dan sistematis sejak dini. Metode ini dinilai ikut mendorong kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan kerja sama dalam tim.
Belajar teknologi lewat permainan edukatif
Pelatihan tersebut tidak hanya mengenalkan perangkat dan konsep teknologi, tetapi juga mengemasnya dalam bentuk permainan edukatif. Nawal menyebut pendekatan ini penting agar nilai karakter tetap masuk ke dalam proses belajar.
Dalam kegiatan itu, peserta juga diajak memegang empat tagar pembelajaran, yaitu kerja sama, tidak dengan gawai, antiperundungan, dan bijak digital. Pendekatan tersebut diposisikan sebagai bagian dari pembiasaan karakter yang menyertai pengenalan teknologi.
Nawal menilai penguatan literasi digital perlu dimulai sejak dini. Dengan begitu, anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara positif, kreatif, dan produktif.
Bagian dari arah kurikulum baru
Pelatihan ini juga dikaitkan dengan implementasi Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025. Aturan tersebut mengintegrasikan mata pelajaran Koding dan Artificial Intelligence ke dalam kurikulum pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA.
Nawal berharap guru dan kepala sekolah yang mengikuti pelatihan bisa menerapkan materi itu di sekolah masing-masing. Ia menekankan bahwa anak-anak di era digital harus adaptif dan mampu menjadikan teknologi sebagai sesuatu yang positif.
Materi pelatihan mencakup pemrograman dasar tanpa komputer atau unplugged coding, coding dan matematika, pemecahan masalah berbasis logika, hingga praktik merakit dan mengoperasikan robot sederhana. Semua materi itu disusun untuk membantu guru memahami penerapan teknologi yang sesuai bagi anak usia dini.
STEAM dipilih untuk membuat belajar lebih bermakna
Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto, mengatakan konsep berpikir komputasional perlu dikenalkan sejak usia dini. Menurut dia, metode itu harus dibuat menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Sunarto menilai coding dan robotik bisa menjadi media efektif untuk mengenalkan logika, pola pikir sistematis, kreativitas, serta kemampuan sosial dan emosional anak. Ia menyebut pendekatan bermain sambil belajar sebagai cara yang pas untuk membawa teknologi masuk ke kelas PAUD.
Ia juga menegaskan pentingnya pendekatan STEAM dalam kegiatan ini. Melalui STEAM, unsur sains, rekayasa, seni, dan matematika dipadukan ke dalam pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak usia dini.
Respons peserta pelatihan
Salah satu peserta, Guru TK Negeri Pembina Kabupaten Batang, Alim Sri Mardiyani, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari pelatihan tersebut. Ia menilai teknologi bisa menjadi sarana efektif untuk meningkatkan minat belajar anak.
Alim mengatakan sekolahnya sudah menggunakan papan interaktif digital dalam pembelajaran. Menurut dia, anak-anak menjadi lebih tertarik ketika belajar melalui video maupun permainan edukatif.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap para guru PAUD yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing. Harapan itu diarahkan untuk menyiapkan generasi muda yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan di era digital.
Source: mettanews.id








