560 Peserta Seleksi Polri Jabar Bertahan di Rikkes II, Satu Langkah Lagi Menuju Gerbang Bhayangkara

Ratusan peserta rekrutmen proaktif Polri di Jawa Barat kini memasuki fase paling menentukan. Sebanyak 560 peserta masih bertahan dan menjalani Pemeriksaan Kesehatan Tahap II sebagai salah satu tahap krusial menuju gerbang pengabdian sebagai anggota Polri.

Di tahap ini, hanya peserta yang memenuhi standar kelayakan yang akan terus melaju. Polda Jabar menegaskan proses seleksi dijalankan dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis, agar semua peserta mendapat peluang yang sama berdasarkan kemampuan masing-masing.

Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, menyebut jumlah peserta yang masih mengikuti Rikkes II terdiri dari 497 pria dan 63 wanita. Dari total itu, jalur calon Taruna dan Taruni Akpol diikuti 53 peserta, jalur Bintara Polri 428 peserta, dan jalur Tamtama Polri 79 peserta.

Pada jalur Akpol, peserta terdiri dari 49 pria dan 4 wanita. Untuk Bintara, jumlahnya mencapai 369 pria dan 59 wanita, sedangkan jalur Tamtama seluruhnya diikuti 79 laki-laki.

Seleksi berjalan objektif

Karo SDM Polda Jabar, Fadly Samad, menjelaskan bahwa seleksi dilakukan secara objektif dengan mekanisme gugur berdasarkan standar kelayakan yang sudah ditetapkan. Pada tahap Rikkes II jalur Akpol, satu peserta pria dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Meski begitu, perjalanan para peserta belum selesai. Setelah Rikkes II, jalur Akpol masih harus melewati Penelusuran Mental Kepribadian, Tes Psikologi Tahap II, dan Pemeriksaan Administrasi Akhir sebelum sidang kelulusan.

Untuk jalur Bintara dan Tamtama, tahapan lanjutan masih mencakup Kesamaptaan Jasmani, Penelusuran Mental Kepribadian, Psikologi Tahap II, Rikmin Akhir, hingga Supervisi Panitia Pusat. Seluruh tahapan itu menjadi penyaring akhir sebelum penetapan kelulusan.

Jadwal kelulusan akhir sudah ditetapkan

Polda Jabar telah menetapkan sidang terbuka kelulusan akhir tingkat Panitia Daerah untuk dua jalur seleksi. Sidang akhir jalur Akpol dijadwalkan pada 26 Juni 2026, sedangkan jalur Bintara dan Tamtama dijadwalkan pada 3 Juli 2026.

Menjelang fase penentuan itu, Hendra mengingatkan peserta dan keluarga agar tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku bisa meloloskan peserta secara instan. Ia menegaskan Polda Jabar berkomitmen menjaga integritas seleksi agar berjalan adil tanpa intervensi.

Ia juga meminta peserta dan orang tua untuk percaya pada kemampuan sendiri serta tidak tergoda janji kelulusan di luar prosedur resmi. Seluruh tahapan seleksi, kata dia, diawasi ketat oleh tim pengawas internal dan eksternal untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas benar-benar berjalan.

Bagi para peserta yang masih bertahan, tahapan ini bukan hanya soal lolos atau tidak lolos. Di balik angka seleksi itu, ada harapan besar untuk mengenakan seragam Bhayangkara dan mengabdi kepada bangsa serta negara dengan penuh kehormatan.

Source: min.co.id
Exit mobile version